Setelah itu, Raja Fir’aun pun keluar menuju lapangan tempat arena pertandingan.
Perjalanannya diiringi oleh para penyihir yang berada di belakangnya.
Sang raja kemudian duduk di tempat khusus dengan didampingi oleh para pelayan setianya.
BACA JUGA: Berkenalan di Facebook, Pria Ini Mencabuli Hingga Melahirkan Anak
Dengan mengangkat tangannya, Raja Fir’aun memberitahukan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
Para penyihir kerajaan dan Nabi Musa serta Harun pun berhadapan.
Ketika pertandingan dimulai, para penyihir menawarkan sesuatu kepada Nabi Musa dan Harun.
Tawaran yang diusulkan para penyihir kerajaan itu adalah tentang siapa yang lebih dulu memulai.
Mereka atau Nabi Musa yang akan melemparkan tongkatnya lebih dulu.
Sembari menyihir mata manusia, para penyihir kemudian melemparkan tali dan tongkat.
Seketika mata manusia yang melihatnya seolah berubah menjadi ular yang gesit dan bergerak di hadapan mereka.
Melihat ada ular di hadapannya, orang-orang pun menjerit dan berlari ketakutan.
BACA JUGA: Desa Wisata Penglipuran di Bali Dinobatkan Sebagai Desa Terbersih di Dunia
Bahkan Nabi Musa dan Harun pun disebut-sebut takut saat melihat ular tersebut.
Namun dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala, rasa takut dalam diri Nabi Musa pun hilang.