Sikapi Maraknya Konvoi Angkutan Batu Bara, Pj. Gubernur Lampung: Kita Tegakkan Aturan!

Rabu 24-07-2024,21:19 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Ari Suryanto

RADARLAMPUNG.CO.ID - Konvoi angkutan batu bara memicu polemik yang seolah tidak pernah ada habisnya. 

Beragam masalah yang dikeluhkan masyarakat di sebagian wilayah Lampung, khususnya di Lampung Utara (Lampura), seperti menemui jalan buntu.

Mulai masalah kemacetan di jalan lintas tengah Sumatera (jalintengsum), kerusakan jalan, parkir yang mengganggu, kecelakaan, serta permasalahan lainnya terus menjadi buah bibir masyarakat. 

Sayangnya, sampai saat ini belum ada solusi konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Membuat masih banyak keluhan dari berbagai masyarakat.

BACA JUGA:Mayoritas Pajak Daerah Pemkab Lamsel Tidak Capai Target

Terkait dengan permasalahan tersebut, Pj. Gubernur Lampung Samsudin meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung untuk mengetahui lebih detail mengenai angkutan batu bara ini.

"Saya baru mendengar tadi malam. Saya akan coba panggil dulu Dishub terkait adanya angkutan batubara ini," ujar Samsudin kepada Radarlampung.co.id saat ditemui di Gedung DPRD Lampung, Rabu 24 Juli 2024.

Samsudin akan melihat terkait permasalahan angkutan batu bara yang melintas ruas jalan di Provinsi Lampung dan juga aturan-aturannya.

"Saya ingin melihat sebenarnya seperti apa kejadiannya dan aturannya. Pokok utama kita tegakkan aturan. Saat aturan itu dilaksanakan semua beres," ucapnya.

BACA JUGA:Hari Anak Nasional, Tim Pemenangan Rahmat Mirzani Djausal Bagi-bagi Susu dan Biskuit di Bandar Lampung

Sebelumnya, seorang pengendara, Jaya Wijaya (32), warga Sukarame, Bandar Lampung mengeluhkan banyaknya kendaraan yang diduga bermuatan batu bara melintas pada malam hari. 

Konvoi kendaraan tersebut dinilainya sangat mengganggu para pengendara lain yang memiliki hak sama sebagai pengguna jalan umum.

’’Banyak banget Bang mobil membawa batu bara konvoi. Saya tadi beriringan mulai Kecamatan Bukit Kemuning. Mobilnya besar-besar, mungkin lebih itu dari 28 ton muatannya,” ujar pria bertubuh kekar ini saat ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bundaran Tugu Payan Mas, Kotabumi, Selasa 23 Juli 2024 dini hari. 

Menurutnya, kondisi tersbeut terus saja terjadi karena lemahnya Pemerintah kabupaten ataupun provinsi. 

BACA JUGA:Hari Anak Nasional, Tim Pemenangan Rahmat Mirzani Djausal Bagi-bagi Susu dan Biskuit di Bandar Lampung

Kategori :