Kalau mencium tas dan tercium bau alami yang lembut, kemungkinan besar itu kulit asli.
4. Reaksi terhadap air
Kulit asli punya sifat menyerap air. Jadi, kalau diteteskan sedikit air ke permukaannya, cairan itu akan meresap dalam waktu beberapa detik.
BACA JUGA:Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Swasta Beri Kebijakan Keringan Biaya Pengambilan Ijazah
Sebaliknya, tas kulit sintetis justru akan membuat air menggenang atau langsung mengalir tanpa diserap.
5. Tekstur dan pori-pori
Permukaan kulit asli biasanya punya pori-pori yang tidak seragam, bahkan cenderung acak.
Itu karena bahan kulit berasal dari hewan, jadi pola pori-porinya alami dan unik.
BACA JUGA:6 Ikan Koi Termahal di Dunia, Punya Corak Unik dan Harga Fantastis
Sedangkan kulit sintetis diproduksi dalam jumlah besar dengan pola yang seragam, jadi permukaannya kelihatan rapi dan konsisten.
Perhatikan permukaan tas kalau terasa terlalu mulus seperti plastik dan tidak ada variasi tekstur, kemungkinan besar itu bukan kulit asli.
6. Perhatikan bagian tepi tas
Kulit asli biasanya memiliki tepian yang sedikit kasar atau bahkan berserabut, karena serat alami kulit.
BACA JUGA:Promo Indomaret Double Hemat, Ada Diskon Sabun Cuci Piring Rp 9 Ribu