Memperkenalkan Sekolah Internasional Sebagai Pilot Project Bahasa Portugis

Rabu 29-10-2025,11:03 WIB
Reporter : Anggi Rhaisa
Editor : Anggi Rhaisa

Memang bahasa sebagai Jembatan diplomasi dan Ilmu pengetahuan, sambung Prof Syafrimen, apalagi penguasaan bahasa portugis dapat membuka jalur diplomasi baru serta peluang kolaborasi akademik, riset, dan perdagangan. 

BACA JUGA:Imabsi Bawa Bahasa Indonesia Mendunia: Fabula 2025 Gaet Peserta dari Jepang hingga Australia

Akan tetapi,  pengajaran bahasa Portugis bukan perkara boleh atau tidak, melainkan bagaimana dan untuk tujuan apa kebijakan itu dijalankan. 

Bila dirancang dengan perencanaan matang, berbasis riset, dan berpijak pada kearifan budaya bangsa.

BACA JUGA:Bukan Cuma Susuk dan Kamuorang, Ini Daftar Bahasa Gaul Khas Warga Lampung

Langkah ini dapat menjadi strategi cerdas dalam memperluas diplomasi bahasa dan memperkaya horizon pendidikan nasional. 

Namun tanpa kesiapan sumber daya dan arah yang jelas, kebijakan tersebut berisiko kehilangan makna dan menjadi simbol tanpa jiwa. 

BACA JUGA:Jangan Abai! Setiap Kamis, Masyarakat Diajak Berbahasa Lampung untuk Menumbuhkan Cinta Budaya Lokal

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan refleksi jati diri dan peradaban. 

Mengajarkan bahasa baru berarti menanamkan kesadaran akan keberagaman sambil meneguhkan akar kebangsaan. 

BACA JUGA:Dorong Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa, UPT Bahasa Unila Buka Kelas Duolingo

Dengan kebijakan yang visioner, terukur, dan berkarakter, Indonesia dapat melahirkan generasi yang fasih berbahasa dunia.

Namun tetap berjiwa Indonesia, bangga pada bahasa, teguh pada budaya, dan terbuka pada peradaban global.

BACA JUGA:Jangan Abai! Setiap Kamis, Masyarakat Diajak Berbahasa Lampung untuk Menumbuhkan Cinta Budaya Lokal

Sebagai seorang pendidik, Ia memandang bahwa wacana ini perlu ditempatkan secara proporsional, tidak ditolak secara apriori, namun juga tidak diterima tanpa kajian mendalam.

"Sebab, bahasa dalam konteks pendidikan tidak sekadar alat komunikasi, melainkan juga instrumen pembentukan kesadaran, identitas, bahkan kekuatan diplomasi bangsa,"jelas Prof Syafrimen.

Kategori :