Artinya: “Orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, serta mengganggu orang lain, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya.” (HR. Bukhari, no. 6057)
Dari sini, pesan yang bisa diambil adalah: puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi pahala.
Sementara untuk penyandaran redaksi tertentu kepada Nabi Muhammad SAW, kehati-hatian tetap diperlukan, terutama untuk teks yang beredar luas tanpa keterangan status riwayatnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam yang sahih.
BACA JUGA:Dalil Puasa Sunnah Senin Kamis dan Manfaatnya Menjaga Ibadah Tetap Konsisten
Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada kita di bulan mulia ini, serta menjadikan amal ibadah kita berbuah pahala di sisi Rabbuna Jalla Sya’nuhu.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1