RADARLAMPUNG.CO.ID– Cuaca ekstrem yang melanda perairan Lampung dalam beberapa pekan terakhir mulai memukul sektor perikanan.
Akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk, para nelayan terpaksa membatasi aktivitas melaut, yang berdampak pada anjloknya hasil tangkapan serta fluktuasi harga ikan di tingkat pedagang.
Bertahan Hidup di Tengah Paceklik
Joni (33), seorang nelayan yang ditemui di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung Selatan, menuturkan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama saat cuaca memburuk. Ada fase di mana nelayan sama sekali tidak berani melaut. Untuk menyambung hidup, Joni dan rekan-rekannya harus memutar otak mencari penghasilan alternatif.
"Kalau tidak melaut tapi ada kapal lain yang sandar, saya bantu kerja ringan seperti memilah ikan atau angkut tangkapan. Upahnya sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu," ujar Joni.
BACA JUGA:Puncak Musim Hujan Tiba, BMKG Lampung Imbau Waspada Banjir dan Cuaca Ekstrem
Bahkan, saat kondisi benar-benar lumpuh, Joni melakoni pekerjaan apa saja, mulai dari menjadi buruh di PPI Lempasing hingga beralih profesi sementara sebagai sopir jasa travel jurusan Lampung - Cirebon.
Hasil Tangkapan Turun Drastis
Dalam kondisi normal, satu kapal nelayan dengan enam kru biasanya mampu membawa pulang sekitar enam fiber ikan (sekitar 7,2 kuintal) setelah melaut selama 5 hingga 7 hari di area Pulau Legundi hingga Tegal Mas. Namun kini, hasilnya turun lebih dari 50 persen.
"Sekarang cuma dapat dua sampai tiga fiber per trip. Padahal biaya operasional untuk solar dan perbekalan bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta sekali jalan," keluh Joni.
Untuk menekan biaya, nelayan sangat bergantung pada solar subsidi yang mensyaratkan izin ketat dari Dinas Perikanan.
BACA JUGA:Terjang Cuaca Ekstrem, Kapal Tanker Pertamina Non Stop Salurkan Energi dan Harapan ke Sumatra!
Harga Ikan di Pasar Mulai Bergejolak
Menurunnya pasokan ikan dari laut berimbas langsung pada harga jual di pasar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah komoditas laut mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Lela, salah satu pedagang ikan, menyebutkan ikan kakap tua kini menyentuh harga Rp35.000 per kg dari sebelumnya Rp30.000. Kenaikan lebih tajam dirasakan pada ikan bekre yang naik dari Rp20.000 menjadi Rp30.000 per kg.
Pedagang lain, Kasim, merinci kenaikan harga pada jenis lainnya:
Ikan Simba: Rp50.000 (Semula Rp40.000)