Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA menjelaskan kebiasaan Nabi SAW melakukan itikaf pada sepuluh malam terakhir.
"Nabi SAW melakukan itikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan itikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim)
Selain salat dan itikaf, umat Islam juga dianjurkan membaca doa Lailatul Qadaragar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
Doa ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Majah, serta dikutip dalam Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi.
BACA JUGA:Lima Amalan Ringan Berpahala Besar, Bisa Dilakukan Setiap Hari
"Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?" Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, "Ucapkanlah, Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku).'" (HR Tirmidzi)
Menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu, menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak istigfar.
Salah satunya dengan membaca Sayyidul Istigfar pada waktu sahur, sangat dianjurkan agar mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut, umat Islam memiliki kesempatan untuk meraih pahala yang besar dan menguatkan ikatan spiritual di bulan suci Ramadan.
BACA JUGA:Kerap Terabaikan, Ini 5 Amalan Ringan dengan Pahala Besar di Bulan Ramadhan
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1