RADARLAMPUNG.CO.ID- Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung ini kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan inovasi dan kewirausahaan mahasiswa melalui penyelenggaraan Academic Expo 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya dan produk inovatif hasil pembelajaran berbasis praktik dari berbagai program studi, termasuk dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Salah satu fokus utama dalam Academic Expo kali ini adalah produk-produk inovatif yang dihasilkan dari mata kuliah Technopreneurship.
Mata kuliah ini dirancang untuk mendorong mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan berbasis teknologi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam bentuk produk nyata yang memiliki nilai guna, nilai ekonomi, dan potensi untuk dikembangkan.
Produk yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan ide bisnis mahasiswa yang berangkat dari permasalahan nyata di masyarakat dan dikemas dalam solusi berbasis teknologi.
Melalui mata kuliah Technopreneurship, mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi masalah, merancang model bisnis, hingga mengembangkan produk digital yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Salah satu produk yang menarik perhatian dalam pameran ini adalah PLUSTIKK, sebuah platform berbasis website yang berperan sebagai penghubung antara masyarakat penghasil sampah plastik dan industri yang membutuhkan bahan baku plastik daur ulang.
PLUSTIKK hadir untuk membantu mengurangi limbah plastik sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
BACA JUGA:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Pimpin Doa untuk Para Syuhada di Masjid Agung Al Hijrah
Cara kerja PLUSTIKK dirancang secara sederhana dan mudah diakses. Masyarakat dapat mengumpulkan dan memilah sampah plastik sesuai kategori yang ditentukan.
Kemudian melakukan komunikasi melalui platform yang terhubung langsung dengan layanan WhatsApp untuk proses penjemputan atau pengumpulan.
Sampah plastik yang terkumpul selanjutnya diolah menjadi biji plastik dan disalurkan ke pabrik atau industri plastik yang membutuhkan bahan baku daur ulang secara konsisten.
Melalui peran ini, PLUSTIKK tidak hanya berfungsi sebagai media penghubung, tetapi juga sebagai solusi berbasis teknologi yang mendorong ekosistem pengelolaan sampah plastik yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta industri.