Syaikh Al-Albani rahimahullah melemahkannya dalam Dha‘if Ibni Majah (1/557).
Ibnul Qayyim rahimahullah juga menyebut riwayat ini dalam Zadul Ma‘ad (2/49) dengan redaksi yang menunjukkan kelemahan.
Lemahnya hadis tersebut ditunjukan dengan ungkapan “dan disebutkan”, bukan dengan bentuk penetapan yang tegas seperti pada hadis sahih.
BACA JUGA:Dalil Hadis Ramadan Paling Berat bagi Munafik, Ini Status Rujukan dan Penilaian Ulama Hadis
Dari rangkaian penjelasan ini, pembaca dapat memahami bahwa lafaz “doa orang yang berpuasa tidak ditolak” pada jalur riwayat di atas tidak bisa dipastikan sebagai hadis yang kuat.
Meski begitu, semangat untuk memperbanyak doa ketika berpuasa tetap sangat baik, karena doa adalah ibadah besar dan Ramadan adalah bulan yang mendorong seorang muslim untuk lebih dekat kepada Allah.
Karena itu, cara yang paling aman adalah tetap berdoa dengan sungguh sungguh di waktu puasa.
Kemudian harus tetap berhati hati ketika menyandarkan sebuah kalimat kepada Nabi, terutama jika para ulama telah menjelaskan kelemahan sanadnya.
BACA JUGA:Dalil Hadis Ramadan Sepanjang Tahun, Ternyata Ini Status Riwayatnya Menurut Ulama
Semoga Allah memberi kita taufik untuk beribadah dengan ilmu yang benar dan adab yang baik.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1