Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, Dr. M. Komarudin, menyebut Unila tidak lagi memiliki akses untuk memantau jumlah pendaftar secara harian.
“Kalau sebelumnya kami bisa memantau perkembangan pendaftar setiap hari, sekarang tidak lagi. Seluruh data terpusat di pusat, dan kami baru akan mengetahui jumlah pendaftar setelah tahap final ditutup,” kata Komarudin.
Ia menjelaskan, Unila hanya menerima data akhir dari pusat, termasuk data PDSS sekolah.
Tahun ini, Unila mengusulkan 9.915 calon mahasiswa dengan kuota SNBP sekitar 2.960 mahasiswa, namun jumlah tersebut masih menunggu persetujuan pusat.
BACA JUGA:MYF 2026 Universitas Malahayati Sukses Digelar, Ini Daftar Para Juara Lengkap Dengan Asal Sekolahnya
“Tidak semua usulan otomatis disetujui. Semua diproses oleh sistem pusat,” jelasnya.
Terkait mekanisme penilaian SNBP, Komarudin menegaskan bahwa penilaian telah diatur dalam peraturan menteri, dengan komposisi 50 persen nilai rapor dan 50 persen mata pelajaran pendukung, ditambah parameter lain seperti prestasi siswa dan rekam jejak sekolah.
Untuk meminimalkan kesalahan pemilihan jurusan, Unila juga menyediakan layanan helpdesk berbasis AI dan chatbot guna menjawab pertanyaan seputar SNBP.
Siswa diimbau mempelajari profil program studi secara mendalam sebelum menetapkan pilihan.
“Banyak kasus salah jurusan. Kami sarankan siswa melihat profil prodi, membaca silabus, bahkan menonton podcast terkait agar benar-benar paham. Ini penting agar tidak terjadi pengunduran diri setelah dinyatakan lulus,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan adanya sanksi bagi siswa yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos SNBP.
“Jika sudah diterima tetapi tidak melakukan registrasi, siswa bisa diblokir selama tiga tahun dan sekolah juga akan terdampak. Jadi jangan sampai salah pilih,” pungkasnya.