RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjelang berbuka puasa, sebagian orang memilih berwudu lebih awal agar bisa langsung menunaikan salat magrib.
Akan tetapi, masih ada anggapan di masyarakat bahwa wudu otomatis batal setelah makan dan minum.
Dalam fikih, pandangan ini tidak tepat karena makan dan minum pada asalnya bukan pembatal wudu.
Dalil yang sering dijadikan pegangan ialah riwayat dari Ibnu Abbas r.a. yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW makan terlebih dahulu.
BACA JUGA:Dalil Hadis Celak Mata Saat Puasa, Ini Penjelasan Ulama Mengenai Kelemahan Riwayat
Kemudian salat tanpa memperbarui wudu dan tanpa berkumur, hadisnya sebagai berikut:
"رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ عَرْقًا مِنْ شَاةٍ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يُمَضْمِضْ وَلَمْ يَمَسَّ مَاءً"Artinya: “Aku melihat Rasulullah SAW memakan sepotong daging kambing, kemudian beliau salat tanpa berkumur-kumur dan tanpa menyentuh air (berwudu)” (HR. Ibnu Abbas)
Penguatnya, ada pula riwayat dari Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah SAW minum susu, lalu salat tanpa berkumur dan tanpa berwudu lagi:
BACA JUGA:Dalil Hadis Dua Kebahagiaan Saat Puasa, UAH Bongkar Makna yang Sering Disalahpahami
"إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرِبَ لَبَنًا فَلَمْ يُمَضْمِضْ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَصَلَّى"Artinya: “Rasulullah SAW minum susu, lalu beliau tidak berkumur dan tidak berwudu, kemudian beliau salat,” (HR. Anas bin Malik)
Meski demikian, dalam pembahasan wudu setelah makan terdapat pengecualian yang dikenal dalam literatur hadis, yakni terkait daging unta.
Dalam riwayat Jabir bin Samurah r.a., ketika seorang sahabat bertanya tentang wudu setelah makan daging kambing, Nabi SAW memberikan pilihan.
Akan tetapi, saat ditanya tentang daging unta, Nabi SAW memerintahkan wudu:
BACA JUGA:Dalil Hadis Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, UAH Ungkap Makna Kiasannya Menurut Ulama
"قَالَ أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ قَالَ نَعَمْ فَتَوَضَّأْ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ"Artinya: “Ia bertanya: Apakah aku berwudu karena (makan) daging unta? Beliau menjawab: Ya, berwudulah karena (makan) daging unta.”