Anggaran Rp10 Ribu Jadi Tantangan, Satgas MBG Lampung Evaluasi Menu Kering Ramadan

Kamis 26-02-2026,15:11 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Ari Suryanto

RADARLAMPUNG.CO.ID – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Lampung angkat bicara terkait berbagai keluhan masyarakat mengenai menu kering MBG selama bulan Ramadan. 

Keluhan tersebut mencakup dugaan ketidaksesuaian standar gizi hingga persoalan harga dan kualitas bahan makanan yang diterima siswa.

Kepala Satgas MBG Lampung, Saipul, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas PMDT Lampung, menjelaskan bahwa berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku, ketentuan menu sebenarnya sudah diatur secara jelas.

“Dalam juknis itu makanan basah atau semi-basah tetap diperbolehkan. Contohnya kering tempe, pisang, susu, atau bubur kacang hijau. Jenis-jenis itu boleh, asalkan dipastikan aman sejak dimasak sampai waktu dimakan,” ujar Saipul.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Menang Gugatan Lawan Jawa Pos, Pengadilan Perintahkan Bayar Ganti Rugi

Namun di lapangan, kata dia, terdapat sejumlah kendala teknis yang memicu munculnya keluhan. Salah satunya terkait keamanan pangan.

Ia mencontohkan telur yang dimasak pada malam hari dan baru dikonsumsi keesokan sore masih batas toleransi.

Namun, ia menyebut ada SPPG yang mengirim telur mentah dengan alasan agar lebih tahan itu berpotensi berpotensi rawan pecah.

“Dalam praktiknya ada yang mencoba mengakali aturan dengan mengirim telur mentah supaya lebih awet. Tapi ini justru menimbulkan masalah baru karena rawan pecah. Ini menjadi salah satu evaluasi kami,” tegasnya.

BACA JUGA:IHSG Berbalik Melemah 0,91 Persen ke 8.246 Siang Ini, Simak Rekomendasi Saham 26 Februari 2026

Ia juga menyoroti persoalan penyediaan bahan makanan kering yang sebagian dipasok dari toko atau produksi luar. Dari sisi standar kecukupan gizi, Saipul mengakui memang banyak protes yang masuk.

“Kalau dihitung dari standar gizi, memang banyak yang memprotes dan saya akui itu. Tapi dari sisi pembiayaan juga harus dilihat,” jelasnya.

Menurut dia, harga satu bungkus roti berkisar Rp4.000 hingga Rp5.000. Jika ditambah susu dan telur, maka biaya akan semakin meningkat. Sementara anggaran MBG per anak berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000, dengan rata-rata target harian Rp10.000.

“Kalau satu hari mereka menghabiskan Rp12.000 atau Rp14.000, maka besoknya harus ditekan di bawah Rp10.000 supaya rata-ratanya tetap terpenuhi. Dinamika ini yang diatur oleh penyedia di lapangan,” paparnya.

BACA JUGA:Crypto Menghijau! Koin Satu Ini Berpotensi Beri Signal Entry dan Peluang Cuan Jangka Pendek Hari Ini

Kategori :