Harga Cabai Naik, Komisi II DPRD Lampung Minta TPID Tingkatkan Pengawasan Pasar

Jumat 27-02-2026,14:24 WIB
Reporter : Farida
Editor : Dian Saptari

RADARLAMPUNG.CO.ID - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, menilai lonjakan harga cabai yang terjadi saat ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pengendalian inflasi pangan di Lampung masih perlu diperkuat agar lebih tanggap terhadap keresahan harga di lapangan.

Menurutnya, kenaikan harga cabai yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak bisa lagi dipandang sebagai siklus tahunan biasa.

Pemerintah daerah harus menjadikan situasi ini sebagai peluang evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pengendalian inflasi.

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Way Halim Fluktuatif: Cabai Caplak Meroket, Daging Sapi Justru Lesu

“Kenaikan harga cabai saat ini tidak bisa kita anggap sebagai peristiwa musiman semata. Ini adalah sinyal bahwa sistem pengendalian inflasi pangan kita masih belum kuat dan belum responsif terhadap gejolak di lapangan,” ujarnya, jumat (27/2).

Basuki menegaskan, persoalan yang terjadi saat ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor produksi atau musim, melainkan ada hal lain yang perlu dibenahi secara serius.

“Kami di Komisi II DPRD Provinsi Lampung melihat bahwa persoalan utama bukan hanya pada produksi, tetapi pada lemahnya manajemen distribusi dan absennya langkah waspada yang cepat dan terukur,” tegasnya.

Dalam situasi seperti sekarang, Pemerintah Provinsi Lampung dituntut tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengambil langkah nyata yang langsung menyentuh stabilitas harga di pasar.

BACA JUGA:Panen Cabai Dicuri dan Dirusak, Warga Fajar Asri Diamankan Polisi

“Kami meminta Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera memperkuat kerja nyata Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), bukan hanya sebatas rapat koordinasi, tetapi menghadirkan intervensi nyata di pasar,” katanya.

Ia juga menekankan langkah intervensi tidak boleh bersifat sementara atau sekadar merespons lonjakan sesaat.

“Langkah seperti operasi pasar tidak boleh bersifat sesekali. Harus ada sistem buffer stock dan penguatan distribusi antar daerah agar harga tidak liar setiap kali terjadi gangguan produksi,” ucapnya.

Upaya peningkatan produksi melalui program tanam cabai tetap penting, namun tidak bisa dijadikan solusi instan untuk meredam gejolak harga yang sedang terjadi.

BACA JUGA:Kuota Penukaran Uang Baru Periode II Ludes, Warga Lampung Keluhkan Antrean PINTAR BI

Kategori :