Benarkah Hadis Menyegerakan Berbuka Tidak Sahih? UAH dan UAS Beri Penjelasan

Rabu 04-03-2026,11:30 WIB
Reporter : M.Nabil Mamnun*
Editor : Ari Suryanto

Dengan demikian, substansi ajaran yakni menyegerakan berbuka ketika waktunya telah masuk tetap memiliki landasan yang kokoh dalam hadis sahih.

Adapun yang perlu dicermati adalah penggunaan redaksi tertentu yang beredar luas.

BACA JUGA:Dalil Hadis Puasa Ini Sering Disepelekan, UAH Ingatkan Lisan dan Amarah Bisa Merusak Pahala

Para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak gegabah menisbatkan semua lafaz populer sebagai hadis yang pasti kuat, terlebih bila pada jalur periwayatannya terdapat perawi yang dinilai bermasalah.

Dalam sejumlah kajian, Ustaz Adi Hidayat (UAH) juga mengingatkan agar momen berbuka tidak berhenti pada urusan makanan semata.

“Banyak orang ketika buka, fokus pada makanan, dan saat buka itulah ternyata kita ditunggu oleh Allah untuk menghadirkan doa,” ujar UAH dalam youtubenya.

BACA JUGA:Dalil Hadis Pahala Baca Al-Quran di Ramadan, UAH Ungkap Pahala Tilawah Al-Quran Bisa Dilipatgandakan

Sejalan dengan itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) menekankan bahwa sunnah menyegerakan berbuka adalah adab yang diajarkan Rasulullah SAW, berbeda dengan sahur yang dianjurkan untuk diakhirkan.

Ia mengingatkan bahwa puasa bukan ajang 'adu kuat' menahan lapar lebih lama dari tuntunan syariat.

Menurut UAS, begitu waktu Magrib masuk, umat Islam dianjurkan segera membatalkan puasa, lalu mengawali dengan menyebut nama Allah.

UAS juga menyinggung pilihan berbuka yang sesuai sunnah.

BACA JUGA:Dalil Hadis Berbuka Puasa Bisa Membatalkan Wudu, Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang Perlu Diketahui

Ia menyarankan makanan yang manis sebagai asupan awal karena tubuh memerlukan energi yang cepat diserap setelah seharian berpuasa, dan kurma menjadi pilihan yang dianjurkan sebagaimana kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan tetap mengamalkan sunnah menyegerakan berbuka sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Sembari juga berhati-hati dalam menyampaikan teks hadis, memastikan sumber, serta membedakan antara riwayat yang sahih dan riwayat yang diperselisihkan derajatnya.

*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1

Kategori :