Mantap! SMKN 1 Bandar Lampung Raih Peringkat 1 Nilai D-Smart Tingkat SMK se-Provinsi Lampung

Jumat 06-03-2026,14:06 WIB
Reporter : Lia Nanda Agustina
Editor : Anggi Rhaisa

RADARLAMPUNG.CO.ID- SMK Negeri 1 Bandar Lampung meraih peringkat pertama nilai terbaik pada pelaksanaan ujian berbasis aplikasi D-Smart untuk siswa kelas X tingkat SMK se-Provinsi Lampung.

Waka Kurikulum SMKN 1 Bandar Lampung, Mimi Luvinta, S.Pd., M.M., mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kesiapan sekolah yang sejak lama telah menerapkan pembelajaran dan ujian berbasis komputer.

Menurutnya, siswa di sekolah tersebut sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam proses belajar maupun evaluasi.

“Di SMKN 1 Bandar Lampung, sejak awal digitalisasi kami sudah menggunakan komputer untuk pembelajaran maupun ujian. Jadi siswa tidak gagap teknologi ketika mengerjakan soal di platform seperti D-Smart,” ujarnya.

BACA JUGA:Mahasiswa Teknik Komputer UTI Kenalkan IoT Lewat Program Fun Learning di SMKN 1 Tegineneng

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan ujian, sekolah juga melakukan sosialisasi kepada siswa melalui wali kelas mengenai mata pelajaran yang akan diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Selain itu, guru juga memberikan pendalaman materi atau drilling agar siswa lebih siap menghadapi ujian.

“Kami sampaikan kepada siswa bahwa akan ada ujian D-Smart, sehingga mereka mempersiapkan diri. Guru juga melakukan pendalaman materi dan siswa belajar mandiri di rumah,” jelasnya.

Sekolah juga menggelar simulasi ujian yang dibuat semirip mungkin dengan pelaksanaan sebenarnya, termasuk dengan pengawasan ketat agar siswa terbiasa mengerjakan soal secara serius.

BACA JUGA:Orang Tua Siswa Geruduk SMKN 1 Negeri Besar, Minta Kejelasan Dugaan Pelecehan Seksual

“Kami juga briefing pengawas agar pelaksanaan simulasi berjalan seperti ujian sebenarnya. Ini agar siswa terbiasa dan fokus saat mengerjakan soal,” katanya.

Mimi menambahkan, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan ekosistem sekolah, mulai dari fasilitas, peran guru, hingga semangat belajar siswa.

“Peringkat satu ini kami anggap sebagai bonus dari proses yang sudah dilalui. Kuncinya ada pada ekosistem sekolah yang mendukung, fasilitas yang memadai, serta semangat guru dan siswa,” ungkapnya.

Ke depan, mimi menyebutkan bahwa pihak sekolah akan melakukan pemetaan kompetensi siswa, terutama pada mata pelajaran yang dinilai masih sulit seperti matematika, untuk meningkatkan kemampuan siswa melalui pembelajaran

Kategori :