RADARLAMPUNG.CO.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung memetakan sejumlah titik rawan bencana, kemacetan, dan kecelakaan di jalur nasional menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Pemetaan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi agar perjalanan pemudik di wilayah Lampung tetap aman dan lancar.
Kepala BPJN Lampung M. Ali Duhari mengatakan, hasil survei inventarisasi tahun 2025 menunjukkan terdapat 39 titik rawan longsor, 5 titik rawan banjir, 15 titik rawan kemacetan, serta 4 titik rawan kecelakaan yang tersebar di sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Lampung.
“Pemetaan ini penting sebagai langkah antisipasi menjelang arus mudik. Kami sudah mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas maupun risiko keselamatan,” ujar Ali, Sabtu 7 Maret 2026.
BACA JUGA:Berkah Ramadan, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026
Ali menjelaskan sebagian besar titik rawan longsor berada di wilayah Lintas Barat yang memiliki karakteristik jalan bertebing dan jurang.
Beberapa lokasi rawan longsor antara lain:
- Ruas Kota Agung – Bengkunat dengan 18 titik rawan akibat kondisi tebing dan jurang alami di sisi badan jalan.
- Ruas Krui – Liwa hingga Lemong yang memiliki 16 titik rawan longsor pada sejumlah kilometer jalur pegunungan.
- Balimbing, Kota Agung Timur yang memiliki dua titik rawan karena kondisi tebing di sekitar jalan.
- Bukit Kemuning yang memiliki dua titik longsor pada area lereng jalan.
BACA JUGA:Diterjang Banjir 2 Meter, Basarnas Evakuasi 20 Warga Jati Agung Lampung Selatan
“Karakter jalur di wilayah barat memang banyak melewati perbukitan dan tebing sehingga berpotensi longsor terutama saat intensitas hujan tinggi,” jelasnya.
Selain longsor, BPJN Lampung juga mencatat lima titik rawan banjir di jalur nasional, antara lain:
- Batas Kabupaten Lampung Tengah – Lampung Timur akibat luapan sungai saat hujan deras.
- Ruas Simpang Tanjungkarang – KM 10 yang memiliki dua titik genangan.
- Pringsewu yang dipicu saluran drainase tertutup.
- Rajabasa, Bandar Lampung akibat kapasitas drainase yang terbatas.
Menurut Ali, intensitas hujan menjadi faktor utama potensi banjir di beberapa titik tersebut.
BPJN Lampung juga mengidentifikasi 15 titik rawan kemacetan, yang umumnya berada di kawasan pasar, persimpangan, dan pusat aktivitas masyarakat.
Beberapa di antaranya:
- Pasar Unit II Tulang Bawang
- Pasar Natar
- Plaza Bandar Jaya Terbanggi Besar
- Pasar Pringsewu
- Pasar Krui
- Simpang Pasar Liwa, Lampung Barat
- Kawasan wisata Kalianda
- Persimpangan Gedong Tataan, Pesawaran
“Sebagian besar kemacetan dipicu aktivitas pasar tumpah dan persimpangan jalan utama,” katanya.