RADARLAMPUNG.CO.ID – Pengelola ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Toll Bakter, Lampung.
Sejumlah layanan dan kesiapan infrastruktur telah dimatangkan guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.
Direktur PT. BTB Toll, I Wayan Mandia, mengatakan kesiapan operasional ruas tol tersebut hingga H-11 Lebaran telah mencapai 99,9 persen. Seluruh pekerjaan perbaikan mayor pada badan jalan juga telah diselesaikan.
“Sejumlah tim telah disiagakan untuk menjaga kondisi jalan tetap aman selama periode mudik, mulai dari tim penanganan lubang jalan, penyediaan material coldmix, hingga tim khusus yang menangani potensi genangan dan aquaplaning di beberapa titik rawan,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.
Berdasarkan data nasional dari Polri, pada masa angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi 143,9 juta pergerakan masyarakat di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut diprediksi turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berpotensi memengaruhi volume kendaraan di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Untuk periode arus mudik, pergerakan kendaraan diperkirakan berlangsung pada 14 hingga 19 Maret 2026. Sementara puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret atau H-2 Lebaran.
"Adapun arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026, dengan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 27 Maret," katanya.
Sebagai gambaran, pada periode angkutan Lebaran tahun 2025 lalu tercatat sebanyak 1.005.654 kendaraan melintas di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pengelola tol juga menambah personel di gerbang tol guna mempercepat proses transaksi. Selain itu, disiapkan perangkat mobile reader untuk membantu transaksi saat volume kendaraan meningkat.
Pengelola juga menyiapkan lajur khusus bagi kendaraan yang saldo uang elektroniknya tidak mencukupi agar tidak menghambat kendaraan lain yang saldonya mencukupi.
Selain itu, pemerintah juga memberlakukan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Kendaraan berat yang tidak mengangkut kebutuhan pokok atau logistik penting akan diminta putar balik.
Sejak 7 Maret 2026, pengelola tol bersama kepolisian juga telah melakukan penertiban kendaraan sumbu tiga yang parkir di sejumlah rest area, seperti di KM 49, KM 33, dan KM 20, guna memastikan kapasitas parkir tersedia bagi kendaraan pemudik.
Untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan, layanan di rest area juga ditingkatkan. Pengelola menambah petugas kebersihan, menyediakan toilet semi permanen, serta menghadirkan posko keamanan, posko kesehatan, dan posko ASDP.