RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mematangkan pembangunan Rumah Sakit Hewan (RSH) milik daerah.
Saat ini, progres pembangunan gedung tersebut telah mencapai sekitar 50 persen dan sebagian layanan sudah mulai dipindahkan ke lokasi baru.
Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi (Bitpro) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Christin Septriansyah, mengatakan meski pembangunan gedung belum sepenuhnya rampung, operasional pelayanan kesehatan hewan sudah mulai dilakukan di gedung calon RSH sejak Maret 2026.
Menurutnya, pemindahan ini dilakukan agar fasilitas baru dapat mulai dimanfaatkan sekaligus mendukung proses pengembangan layanan kesehatan hewan di Lampung.
“Untuk rumah sakit hewan saat ini memang belum 100 persen selesai. Pembangunannya baru sekitar 50 persen, namun sejak Maret 2026 kami sudah memindahkan kegiatan operasional pelayanan ke gedung calon Rumah Sakit Hewan,” ujar Christin, Minggu 15 Maret 2026.
Christin menjelaskan, pelayanan yang dipindahkan meliputi layanan di bagian depan hingga laboratorium.
Selain itu, proses pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Hewan juga sedang berjalan.
Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Biro Organisasi Pemprov Lampung untuk mengusulkan pembentukan UPTD Rumah Sakit Hewan serta Laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) kepada Kementerian Dalam Negeri.
BACA JUGA:Ramadan, Saatnya Menumbuhkan Iman dan Kepedulian Sosial
Untuk sementara, jenis pelayanan yang diberikan masih sama seperti sebelumnya, yakni vaksinasi, pengobatan, sterilisasi, dan pemeriksaan kesehatan hewan. Selain itu, fasilitas laboratorium Keswan dan Kesmavet juga sudah tersedia.
Namun demikian, layanan rawat inap belum dapat dilakukan karena masih menunggu Peraturan Gubernur tentang pembentukan UPTD RSH.
“Walaupun kami sudah menempati ruangan baru, tugas pokok dan fungsi kami masih sama seperti sebelumnya sebagai UPTD BPK2LP,” jelasnya.
Ke depan, pembangunan rumah sakit hewan tersebut ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026.
BACA JUGA:Prabowo Siapkan Rp 839 Miliar untuk Taman Nasional Way Kambas, Gubernur Lampung Sampaikan Apresiasi