Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِArtinya: “Tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang safar, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Abu Dawud).
BACA JUGA:Musim Hujan di Bulan Ramadhan, Ini Amalan Bacaan Doa Sekaligus Manfaatnya
Oleh karena itu, ketika sedang melakukan perjalanan saat berpuasa di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momen tersebut dengan memperbanyak doa, istighfar, serta dzikir.
Cara mengamalkan sunnah ini cukup sederhana. Ketika seseorang hendak memulai perjalanan, ia dianjurkan membaca doa safar sebagai bentuk permohonan keselamatan.
Setelah itu, selama perjalanan ia dapat memperbanyak dzikir seperti membaca tasbih, tahmid, maupun shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Contoh dzikir yang bisa dibaca selama perjalanan antara lain:
سُبْحَانَ اللّٰهِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ اللّٰهُ أَكْبَرُ Artinya: Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar.BACA JUGA:Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadhan dengan Amalan Sunnah Rasulullah
Dengan memperbanyak doa dan dzikir selama perjalanan di bulan Ramadhan, seorang Muslim tidak hanya menjaga ibadah puasanya tetap bernilai, tetapi juga menjadikan safar sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1