RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Perhubungan Provinsi Lampung mencatat pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di berbagai simpul transportasi mengalami peningkatan, khususnya di jalur penyeberangan Pelabuhan Bakauheni.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus mudik sejak H-7 hingga H+1 berjalan lancar dan kondusif, dengan tren kenaikan jumlah penumpang di sejumlah moda transportasi.
“Secara umum pergerakan angkutan Lebaran tahun ini berjalan baik, lancar, dan terkendali. Beberapa simpul transportasi mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Bambang, Senin 23 Maret 2026.
Di Pelabuhan Bakauheni, tercatat total penumpang mencapai 427.446 orang hingga H+1, atau meningkat 4 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 410.852 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.395 merupakan pejalan kaki dan 411.051 penumpang berada dalam kendaraan.
BACA JUGA:675 Warga Lampung Pulang Kerja Gratis ke Jawa
Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 85.432 unit atau naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas penyeberangan juga didukung 429 kapal yang beroperasi dengan total 1.338 trip, meningkat 7,3 persen.
“Puncak arus mudik di Bakauheni terjadi pada H-4 dengan total 56.664 penumpang. Selama periode tersebut, kondisi lalu lintas terpantau lancar dengan cuaca cerah berawan,” jelasnya.
Di sisi lain, Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya tidak mencatat pergerakan penumpang maupun kendaraan hingga H+1, atau turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat ribuan pengguna jasa.
Untuk lalu lintas jalan tol, pergerakan kendaraan di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar tercatat sebanyak 44.502 kendaraan pada H-2, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun puncak arus terjadi pada H-3 dengan 55.439 kendaraan.
BACA JUGA:Hari Kedua Lebaran, Ribuan Pemudik Kembali ke Pulau Jawa
Sedangkan di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, jumlah kendaraan pada H+1 mencapai 13.586 unit atau meningkat signifikan 21,63 persen dibandingkan tahun lalu.
Pada moda transportasi darat, Terminal Tipe A Rajabasa mencatat kenaikan penumpang hingga 1.329 orang pada H+1 atau naik 50,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus mudik di terminal ini terjadi pada H-3 dengan 7.377 penumpang.
Sementara Terminal Tipe B Mulyojati mencatat 2.180 penumpang atau mengalami penurunan 12 persen dibandingkan tahun lalu.
Untuk angkutan udara, Bandara Radin Inten II mencatat 40.583 penumpang hingga H+1 atau naik 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pergerakan pesawat juga meningkat menjadi 282 penerbangan, termasuk 42 extra flight.
BACA JUGA:Way Kanan Berduka, Anggota DPR RI Tamanuri Meninggal Dunia