Dampak Konflik Timur Tengah, Perbankan Nasional Perkuat Manajemen Risiko dan Likuiditas Hadapi Tekanan Global

Jumat 27-03-2026,21:18 WIB
Reporter : Ari Suryanto
Editor : Ari Suryanto

RADARLAMPUNG.CO.ID - Industri perbankan nasional memperkuat kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian di tengah meningkatnya risiko global.

Kondisi ini dipicu eskalasi konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat.

Situasi tersebut berpotensi menekan stabilitas harga komoditas strategis, khususnya minyak mentah.

Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menegaskan bahwa indikator fundamental perbankan domestik masih berada pada level solid.

BACA JUGA:Kisah Ayam Panggang Bu Setu di Magetan: Dari Modal Rp250 Ribu Menjadi Kuliner Favorit Berkat Pemberdayaan BRI

Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas memadai, serta permodalan yang kuat.

“Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan," ujar Hery.

"Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,” sambung Hery.

Perbanas mencatat sejumlah langkah mitigasi telah dan terus diperkuat oleh industri perbankan di Tanah Air.

BACA JUGA:BRI Konsisten Dukung Program Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 T hingga Februari 2026

Langkah tersebut di antaranya melalui stress test sektoral dan penguatan early warning system.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit.

Adapun stress test sektoral dilakukan pada sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi.

Seperti sektor transportasi, logistik, dan manufaktur.

BACA JUGA:Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

Kategori :