Kampung Koboi Tugu Selatan Melejit!, Wujud Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal dalam Program Desa BRILiaN

Selasa 31-03-2026,11:32 WIB
Reporter : Ari Suryanto
Editor : Ari Suryanto

Destinasi wisata ini berangkat dari identitas Kampung Teksas sebagai kawasan penunggang kuda. Kemudian dikemas menjadi atraksi wisata edukatif.

Selain memberikan pengalaman bagi pengunjung, keberadaannya juga membuka peluang usaha baru.

Sekaligus menciptakan ruang pembelajaran dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan ekonomi desa dijalankan secara terintegrasi melalui berbagai unit usaha.

BACA JUGA:Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

Mulai dari layanan internet desa, Café Landing Paralayang sebagai ruang tumbuh UMKM lokal, hingga pengelolaan Kampung Koboi sebagai ikon wisata.

BUMDes juga menghadirkan layanan keuangan melalui BRILink Agen.

Sehingga masyarakat dapat mengakses layanan transaksi dengan lebih mudah dan efisien.

Kehadiran Kampung Koboi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para penunggang kuda.

BACA JUGA:Desa Hendrosari Bangkit: Pembeli Datang, UMKM Tumbuh, Ekonomi Melaju Berkat Pemberdayaan Desa BRILian

Peningkatan kunjungan wisatawan membuka peluang pendapatan baru.

Sementara dukungan BRI melalui pembiayaan dan penguatan infrastruktur turut mendorong pengembangan usaha masyarakat.

Sejumlah pelaku usaha telah memanfaatkan akses pembiayaan melalui KUR untuk mendukung pengembangan usaha mereka.

Di sektor lain, klaster peternakan sapi perah juga menunjukkan perkembangan signifikan.

BACA JUGA:Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Produksi susu yang mencapai sekitar 2.000 liter per hari menjadi indikator meningkatnya kapasitas usaha masyarakat.

Kategori :