RADARLAMPUNG.CO.ID- Program pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih di Kota Bandar Lampung terus menunjukkan progres positif.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 65 Koperasi Merah Putih telah terbentuk dan resmi beroperasi di berbagai kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, menyampaikan, pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung sedang merancang skema bantuan permodalan untuk koperasi merah putih.
"Sedang dirancang bantuan modal awal, tapi tidak semua bisa mendapatkan karena keterbatasan anggaran. Prioritas akan diberikan kepada koperasi yang sudah memiliki gerai dan aktif beroperasi," tegas Riana.
BACA JUGA:Gerai Permanen Koperasi Merah Putih Disiapkan, Pemkot Bandar Lampung Tentukan Tiga Lokasi Awal
Namun, ia memberikan catatan bahwa bantuan tersebut akan diberikan secara selektif.
Lebih lanjut, Riana mengungkapkan bahwa puluhan koperasi tersebut merupakan hasil inisiatif dan swadaya masyarakat. Status operasionalnya pun beragam, mulai dari menyewa tempat hingga memiliki gerai permanen.
"Dari 65 Gerai itu, ada yang masih menyewa dan ada yang sudah permanen. Bahkan, beberapa gerai dibangun secara gotong royong oleh masyarakat setempat," jelas Riana
Meski telah berjalan secara mandiri, Riana mengakui bahwa koperasi-koperasi tersebut belum mendapatkan sentuhan bantuan modal awal dari pemerintah.
BACA JUGA:Sudah 211 Lahan Koperasi Merah Putih di Lampung Terdata di PT Agrinas
Salah satu Koperasi yang menjadi percontohan berada di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling.
Koperasi ini di wilayah ini telah memiliki gerai secara mandiri dengan memanfaatkan lahan milik kantor kelurahan untuk melayani warga sekitar.
Riana memastikan bahwa seluruh koperasi yang sudah terbentuk saat ini telah berjalan aktif.
Menurut Riana, kehadiran Koperasi Merah Putih bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap kebutuhan harian dengan harga yang kompetitif.
BACA JUGA:Koperasi Desa Merah Putih Pamulihan Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Gotong Royong