Dirut PLN Raih Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Rabu 08-04-2026,13:32 WIB
Reporter : Ari Suryanto
Editor : Ari Suryanto

PLN dalam lima tahun terakhir mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, penurunan emisi, dan pengolahan limbah bernilai ekonomi.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja,” ujarnya.

Darmawan menegaskan PLN juga memperkuat implementasi prinsip ESG dan target Net Zero Emissions 2060.

PLN mencatat reduksi emisi meningkat dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025.

BACA JUGA:Komplotan Pencuri Kabel PLN 24,5 Km di Jalinsum Way Kanan Ditangkap, Kerugian Tembus Rp1,1 Miliar

Pengembangan energi baru terbarukan mencapai sekitar 9,4 gigawatt pada 2025.

Produksi pembangkit berbasis gas tercatat sebesar 33,7 terawatt hour pada periode yang sama.

Sejak 2023, PLN mengembangkan Green Hydrogen Plant pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang.

Pada 2024, PLN menghadirkan GHP berbasis panas bumi di PLTP Kamojang, Jawa Barat.

BACA JUGA:Teknik Elektro Teknokrat Lakukan Kunjungan Industri ke PLN ULTG Pagelaran

Saat ini, GHP telah tersebar di 22 lokasi dengan kapasitas total 203 ton per tahun.

Pemanfaatan hidrogen dikembangkan untuk co-firing PLTU, bahan bakar transportasi, dan kebutuhan industri.

“Harapannya, inisiatif ini berdampak pada pelestarian lingkungan dan mendorong ekonomi masyarakat,” pungkas Darmawan.

Kategori :