“Masih belum ada keseriusan di beberapa daerah. Ini harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya penanganan, Pemprov Lampung juga mendorong penguatan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM).
Pemerintah daerah diminta tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi aktif melakukan pelacakan kasus dan kontak erat.
“Lakukan pencarian aktif, tracking, dan pastikan seluruh kontak diperiksa serta mendapatkan terapi pencegahan,” katanya.
BACA JUGA:Jadwal Resmi Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Juni, Ini Besaran Terbaru dan Daftar Penerima Lengkap
Tak hanya dari sisi medis, penanganan TBC juga menyasar aspek lingkungan. Melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah pusat memberikan bantuan renovasi rumah bagi pasien TBC agar memenuhi standar hunian sehat.
Program ini ditujukan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan kriteria rumah tidak layak seperti ventilasi buruk, pencahayaan minim, kepadatan tinggi, dan sanitasi tidak memadai.
Jihan meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengusulkan calon penerima bantuan tersebut paling lambat 20 April 2026, dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Ia menambahkan, penanganan TBC juga menjadi salah satu fokus utama dalam agenda kesehatan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:iCar V23 Masuk Indonesia, Chery Tegaskan J6 Tak Tergeser Meski Strategi Merek Kian Ramai
“TBC ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Daerah harus aktif menjemput bola, memperbarui data, dan mempercepat penanganan di lapangan,” pungkasnya.(*)