Lampung Kejar Peningkatan Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan

Minggu 17-05-2026,16:19 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Melida Rohlita

RADARLAMPUNG.CO.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memiliki pekerjaan rumah di sektor pariwisata. 

Meski jumlah kunjungan wisatawan mencapai 27 juta orang sepanjang 2025 dan menempatkan Lampung di peringkat ke-9 nasional, lama tinggal wisatawan dan jumlah uang yang dibelanjakan selama berada di Lampung masih perlu ditingkatkan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah mengatakan, fokus pembangunan pariwisata ke depan tidak lagi hanya mengejar kuantitas kunjungan, tetapi juga meningkatkan kualitas wisatawan melalui length of stay atau lama tinggal dan spending money atau jumlah pengeluaran wisatawan.

“Kalau sesuai data BPS sampai Desember 2025, lama tinggal wisatawan di Lampung masih 1,3 hari. Kemudian jumlah uang yang dikeluarkan sekitar Rp2.050.000 per orang. Itu yang sekarang kita kejar sebenarnya,” ujar Tony.

BACA JUGA:Cadangan Beras BULOG Lampung 200 Ribu Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Menurutnya, angka kunjungan wisatawan Lampung sebenarnya sudah cukup tinggi. Namun, perputaran ekonomi dari sektor pariwisata belum maksimal dibanding daerah wisata lain seperti Bali maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kalau kita hitung kasar, 27 juta wisatawan dikali Rp2.050.000, perputaran uangnya sekitar Rp55 triliun. Tapi kita masih kalah dengan Bali atau Yogya. Kenapa? Karena lama tinggal mereka lebih panjang dan uang yang dibelanjakan juga lebih besar,” jelasnya.

Tony menilai, banyak wisatawan yang datang ke Lampung masih didominasi perjalanan singkat atau bahkan hanya balik hari, terutama wisatawan dari daerah sekitar seperti Sumatera Selatan. 

Kondisi itu membuat potensi ekonomi yang bisa dinikmati pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif belum optimal.

BACA JUGA:Rumah BUMN Bakauheni, Cara BRI Mengangkat UMKM Lampung Naik Kelas

Karena itu, Pemprov Lampung kini mulai menggeser strategi pengembangan pariwisata dengan menciptakan destinasi dan aktivitas yang membuat wisatawan betah lebih lama.

“Untuk apa kita mencari kuantitas kalau orang tidak lama tinggal. Yang penting sekarang bagaimana orang betah dan mau keluar uang untuk wisata, kuliner, ekonomi kreatif, dan aktivitas lainnya. Dari situlah roda ekonomi bergerak,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya yang akan dilakukan di antaranya memperkuat sektor ekonomi kreatif, memperbanyak atraksi wisata, meningkatkan kualitas layanan destinasi, hingga mendorong pengembangan kuliner khas Lampung agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berkunjung.

Selain itu, Disparekraf Lampung juga terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memantau perkembangan data wisatawan sebagai dasar penyusunan kebijakan.

BACA JUGA:Mahasiswa TEC Universitas Teknokrat Indonesia Borong Juara Nasional di ALSA E-Comp UI

Kategori :