Pemkot Metro Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Program Penetrasi Pasar

Senin 08-06-2026,18:22 WIB
Reporter : Ruri Setiauntari
Editor : Melida Rohlita

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui program Gerakan Serentak Penetrasi Pasar yang akan digelar di sejumlah pasar tradisional selama Juni 2026.

Program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi upaya nyata menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mengatakan kehadiran pemerintah di pasar merupakan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga bahan pokok.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin atau seremonial, melainkan langkah konkret menghadirkan komoditas penting dengan harga lebih bersahabat serta kualitas yang tetap terjaga.

“Ini bukan kegiatan seremonial. Ini upaya nyata agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kualitas terjamin, dan sesuai kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah akan menyediakan tiga komoditas utama yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, yakni beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir. Ketiga bahan tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

BACA JUGA:TPAS Karangrejo Masih Open Dumping, Pemkot Metro Kena Sanksi Kementerian LH

Rafieq menuturkan, perubahan harga komoditas pokok sangat memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah, pelaku usaha mikro, pedagang kecil, hingga pekerja harian yang harus mengatur pengeluaran secara cermat setiap hari.

“Ketika harga bahan pokok meningkat, dampaknya paling cepat dirasakan masyarakat yang mengandalkan pendapatan harian. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk memberikan perlindungan melalui berbagai langkah pengendalian inflasi,” katanya.

Program penetrasi pasar akan dilaksanakan secara bergilir di tiga lokasi berbeda. Kegiatan pertama berlangsung di Pasar Tejo Agung pada 9–10 Juni 2026, dilanjutkan di Pasar Margorejo pada 17–18 Juni 2026, dan berakhir di Pasar Cenderawasih pada 23–24 Juni 2026. Seluruh kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Menurut Rafieq, pola pelaksanaan yang berpindah-pindah sengaja diterapkan agar manfaat program dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di berbagai wilayah Kota Metro.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, program tersebut juga menjadi respons pemerintah terhadap perkembangan inflasi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Metro pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,81 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,41.

Meski masih berada pada level yang relatif terkendali, Pemkot Metro menilai langkah antisipatif tetap perlu dilakukan guna mencegah lonjakan harga yang dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

“Angka inflasi itu bukan sekadar angka di layar rapat. Di balik angka tersebut ada harga beras, minyak, gula, cabai, lauk-pauk, dan biaya hidup masyarakat. Karena itu, pengendalian inflasi harus diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan, bukan hanya pembahasan di ruang rapat,” bebernya.

Kategori :