Seluruh proses berlangsung tak sampai satu menit.
"Buat saya jauh lebih praktis. Tinggal scan, pembayaran langsung selesai. Saya juga enggak perlu membawa banyak uang tunai," kata Siti.
Menurutnya, pembayaran digital kini menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Kehadiran QRIS di lapak buah memberi pilihan yang memudahkan pelanggan.
"Menurut saya ini langkah yang bagus karena pelanggan punya lebih banyak pilihan saat membayar," tuturnya.
Pemandangan sederhana di kios semangka itu ternyata mencerminkan perubahan yang lebih luas.
Regional Micro Banking Head BRI Bandar Lampung, Rahmad Budi Sulistia, mengatakan penggunaan QRIS terus meningkat seiring semakin banyak masyarakat yang beralih ke transaksi nontunai. Hingga kini, jumlah pengguna QRIS di Region 5 Bandar Lampung telah melampaui 100 ribu dan terus bertambah.
"Semakin banyak masyarakat yang terbiasa bertransaksi secara cashless. Kami juga terus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan QRIS karena lebih praktis dan aman," ujarnya awal Mei 2026 lalu
Rahmad menjelaskan, Merchant App juga memudahkan pedagang karena setiap transaksi langsung disertai notifikasi sehingga pembayaran dapat dipastikan masuk saat itu juga.
Perubahan itu telah dirasakan Sugeng. Lapak Semangka Gendhis yang berdiri sebelum pandemi Covid-19 sempat berhenti beroperasi. Saat kembali membuka usaha pada awal 2025, ia bersama pemilik lapak memutuskan langsung menyediakan pembayaran menggunakan QRIS BRI.
"Mayoritas pembeli sekarang malah tanya, 'Bisa QRIS, Bang?' Jadi sekalian kami pasang," ujarnya.
Proses pendaftarannya pun sederhana. Berbekal KTP dan buku tabungan BRI, ia mendaftarkan usahanya melalui Unit BRI Kota Gajah.
Keputusan itu mengubah banyak hal. Dulu Sugeng kerap kerepotan mencari uang receh ketika pembeli membayar dengan pecahan besar. Sesekali ia harus meminjam ke warung sebelah demi memberikan uang kembalian.
Kini persoalan itu hampir tak pernah terjadi.
"Lebih enak sekarang. Enggak perlu cari uang kembalian. Terus juga enggak takut dapat uang palsu atau uang rusak," katanya.
Perubahan perilaku pelanggan pun semakin terasa. Jika dulu sebagian besar transaksi dilakukan secara tunai, kini banyak mahasiswa dan warga sekitar Rajabasa lebih memilih membayar menggunakan QRIS.
Di luar, hujan masih mengguyur Jalan Komarudin.