RADARLAMPUNG.CO.ID– Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital dinilai tidak akan menggeser peran kepemimpinan manusia. Berangkat dari tantangan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia menggelar Leadership Education Program (LEP) 2026 untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan memimpin, berpikir strategis, berkolaborasi, dan mengambil keputusan di tengah perubahan yang semakin cepat.
Program yang mengusung tema "Empowering Future Leaders with Adaptive, Collaborative, and Impactful Mindsets" itu diikuti 400 mahasiswa perwakilan organisasi kemahasiswaan dan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 6 Agustus hingga Sabtu, 8 Agustus 2026, di Gelanggang Mahasiswa Dr. H. M. Nasrullah Yusuf.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Dr. Yanuar Irawan, S.E., M.M., yang hadir mewakili Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan akademisi dari Korea Selatan, Prof. Dr. Kim Soo Il dari Busan Indonesia Center, sebagai narasumber internasional.
Dalam paparannya, Yanuar menilai pembangunan daerah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan yang berintegritas serta memahami pentingnya kolaborasi.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan calon pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di masa mendatang.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A. yang disampaikan Wakil Rektor Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan bahwa Leadership Education Program merupakan bagian dari strategi kampus dalam membangun karakter dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Di tengah pesatnya perkembangan AI, teknologi memang mampu membantu pekerjaan manusia, tetapi tidak dapat menggantikan integritas, empati, kebijaksanaan, maupun kemampuan seorang pemimpin dalam menginspirasi dan mengambil keputusan. Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pribadi yang adaptif, kolaboratif, serta mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.
Selain pembekalan teori, peserta juga mengikuti simulasi kepemimpinan, pelatihan komunikasi, kerja sama tim, teknik presentasi, penyusunan proposal, hingga pengambilan keputusan.
Materi diberikan oleh pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia serta narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Prof. Dr. Kim Soo Il turut membagikan pandangannya mengenai pentingnya membangun motivasi, karakter, serta kemampuan bekerja sama lintas negara sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Kehadiran narasumber internasional tersebut sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai praktik kepemimpinan di tingkat dunia.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, mengatakan LEP bukan sekadar agenda pelatihan organisasi, melainkan bagian dari upaya jangka panjang universitas dalam mencetak pemimpin masa depan.
"Di era yang penuh perubahan, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, serta mampu bekerja sama lintas budaya dan negara.