Data curah hujan BMKG PAC24H pada 29 Agustus 2026 pukul 06.05 WIB juga mencatat hujan cukup signifikan di sejumlah wilayah.
Curah hujan tertinggi tercatat di Balik Bukit, Lampung Barat, sebesar 35,2 milimeter, disusul Way Tenong 25,4 milimeter dan Liwa 21,0 milimeter. Sementara Bergen, Lampung Selatan, tercatat 17,4 milimeter dan Marga Tiga, Lampung Timur, 2,6 milimeter.
Sebelumnya, pada 28 Agustus 2026, hujan juga tercatat di Km 37 Jalan Ir. Sutami, Gunung Pasir Jaya, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, dengan curah hujan 1,3 milimeter.
Perpanjangan OMC dan water bombing tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi potensi karhutla di tengah kondisi musim kemarau dan ancaman peningkatan eskalasi kebakaran di sejumlah wilayah Lampung.
Sementara itu, kondisi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dilaporkan relatif aman. Humas TNWK Riri Fitriandi mengatakan seluruh titik api yang sebelumnya terdeteksi di kawasan tersebut telah padam.
“Aman kak. Hari ini menggunakan drone saja. Tim deteksi masih dalam hutan siaga,” kata Riri.
Saat ditanya mengenai kondisi titik api, Riri memastikan sudah tidak ada titik api yang aktif sejauh ini.
“Sudah. Doain semoga tidak ada titik baru pagi,” ujarnya.
BACA JUGA:Api Lahap Gudang RSUD Ryacudu, Pengunjung Panik Berhamburan Keluar
Kondisi cuaca di kawasan TNWK juga sempat mendapat hujan pada Sabtu 29 . Hujan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu meredakan kondisi di lapangan.
Riri mengatakan, pada Minggu 30 Agustus 2p26cuaca di kawasan TNWK tidak terik. Bahkan, matahari disebut tidak terlalu terlihat. Namun, hingga Minggu belum ada laporan mengenai hujan kembali di dalam kawasan.
“Kemarin (Sabtu) hujan. Hari ini (Minggu) cuaca tidak terik bahkan matahari seperti enggak terlihat, tapi belum ada laporan hujan di dalam kawasan,” jelasnya.
Meski titik api telah padam dan kondisi relatif aman, tim deteksi tetap berada di dalam kawasan dalam status siaga. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.