Abu Vulkanik Mengintai, Petani Metro Diminta Percepat Panen

Senin 07-09-2026,17:34 WIB
Reporter : Ruri Setiauntari
Editor : Anggri Sastriadi

Sementara pada sektor perikanan, ancaman abu vulkanik juga tidak dianggap sepele. Kolam yang mengalami kontaminasi dapat berdampak terhadap kualitas air dan kondisi ikan.

DKP3 menyarankan ikan dari kolam yang terdampak dipindahkan sementara ke kolam terpal dengan air bersih dan dilengkapi aerasi. Saat kondisi air keruh, pemberian pakan juga perlu dikurangi menjadi sekitar 30 hingga 40 persen dari dosis normal.

Pengurangan pakan dilakukan untuk mencegah sisa pakan menumpuk dan semakin memperburuk kualitas air. Penggunaan probiotik seperti Bacillus sp. juga dapat dilakukan untuk membantu menjaga kondisi air kolam.

Untuk kegiatan pembenihan, DKP3 menyarankan agar sementara waktu ditunda hingga kondisi kembali stabil.

“Untuk pembenihan, sebaiknya ditunda sekitar dua minggu setelah hujan abu berhenti dan pH air kembali stabil di kisaran 6,5 sampai 7,5,” ungkap Pipi.

Di sektor pertanian, langkah antisipasi diarahkan pada tanaman yang sudah memasuki fase menjelang panen. Petani disarankan melakukan panen darurat terhadap komoditas seperti padi dan jagung sebelum lapisan abu semakin tebal.

Hasil panen pun harus segera dibersihkan sebelum masuk tahap penyimpanan. Langkah ini penting untuk mencegah abu menempel dan menurunkan kualitas komoditas pertanian.

“Jangan sampai hasil panen yang sudah ada justru rusak karena terkena abu. Saat pengeringan, gabah dan jagung harus ditutup plastik atau terpal. Kalau abu masih turun, gunakan mesin pengering atau simpan di gudang yang memiliki ventilasi baik,” pungkasnya.

Untuk lahan yang akan kembali ditanami, DKP3 mendorong penggunaan pengapuran dan pupuk hayati. Pola tanam juga dapat dilakukan secara bertahap dengan jeda sekitar satu hingga dua minggu antarblok.

Selain itu, petani didorong memilih bibit atau varietas tanaman yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap stres, kekeringan, maupun kondisi tanah masam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DKP3 Metro menjaga kesinambungan produksi pangan di tengah potensi perubahan kondisi lingkungan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah berharap langkah mitigasi dapat dilakukan sejak dini sehingga dampak terhadap ternak, ikan, tanaman, serta ketersediaan pangan dapat ditekan apabila hujan abu vulkanik benar-benar memengaruhi wilayah Metro.

Kategori :