111.165 Siswa Lampung Hadapi TKA, Disdikbud Siapkan Strategi Double Teaching

Rabu 23-09-2026,12:56 WIB
Reporter : Prima Imansyah Permana
Editor : Ari Suryanto

Upaya itu kemudian diterjemahkan melalui program Double Teaching yang akan mulai diuji coba di 17 SMA di Bandar Lampung.

Konsepnya berbeda dengan pembelajaran biasa. Dalam satu kelas akan terdapat dua guru yang mengajar secara bersama-sama. Salah satunya merupakan guru dari sekolah lain yang menjalani rotasi, sementara guru lainnya merupakan guru internal sekolah tersebut.

Keduanya tidak sekadar berdiri bersama di depan kelas. Guru dapat saling mengamati metode pembelajaran, memberikan tambahan penjelasan, memancing siswa aktif bertanya, sekaligus bertukar pengalaman mengenai teknik mengajar.

Thomas mencontohkan, seorang guru dari SMA 2 ditempatkan mengajar bersama guru SMA 9. Ketika guru pertama menyampaikan materi menggunakan presentasi atau panel interaktif, guru lainnya mengamati sekaligus membantu mendorong siswa agar aktif dalam pembelajaran.

BACA JUGA:Laka Beruntun di Jam Sibuk, Satu Orang Terluka

Pada kesempatan berikutnya, peran tersebut dapat bergantian.

"Artinya, mau tidak mau, saya juga harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Ini akan memotivasi kualitas mengajar," kata Thomas.

Program tahap awal tersebut melibatkan 17 SMA yang seluruhnya berada di Bandar Lampung. Setelah uji coba berjalan, Disdikbud Lampung berencana memperluas penerapannya ke daerah lain.

Thomas mengatakan seluruh surat perintah tugas (SPT) untuk pelaksanaan program tersebut telah disiapkan.

BACA JUGA:Tim Robotik Teknokrat Raih Juara Nasional di Kontes Robot Undip

Dalam skema Double Teaching, guru tidak menetap di satu sekolah. Rotasi dilakukan setiap satu bulan dan berlangsung selama satu tahun.

Guru akan berputar di 17 sekolah yang menjadi lokasi tahap awal karena seluruh sekolah berada dalam wilayah Bandar Lampung.

Pelaksanaan program dimulai Senin. Apel peluncuran yang dijadwalkan berlangsung, pada Kamis 24 September 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.

Thomas mengatakan, pola tersebut diharapkan menciptakan pertukaran pengetahuan antarguru. Guru tamu dapat membawa metode pembelajaran dari sekolah asal, sementara guru internal memperoleh kesempatan mengamati dan mengadopsi metode yang dinilai sesuai dengan kebutuhan siswa.

BACA JUGA:100 Calon PMI Lampung Ditempa Jadi Tenaga Hotel, Ada Pelatihan Housekeeping hingga Waitress

Sebaliknya, guru internal juga dapat memberikan masukan kepada guru tamu.

Kategori :