"Guru tamu dari sekolah lain dan guru internal dapat saling berbagi ilmu mengenai cara mengajar yang baik," ujarnya.
Menurut Thomas, sistem tersebut juga dirancang untuk membangun kompetisi positif di kalangan guru.
Ketika dua guru mengajar dalam satu kelas, masing-masing dituntut mempersiapkan materi dan metode pembelajaran dengan lebih baik.
BACA JUGA:100 Calon PMI Lampung Ditempa Jadi Tenaga Hotel, Ada Pelatihan Housekeeping hingga Waitress
"Kalau ada guru yang kurang menguasai materi, dia akan merasa malu dengan rekannya dan terdorong untuk terus belajar. Kita ingin membangun iklim kompetisi yang positif seperti itu," kata Thomas.
Program itu nantinya ditargetkan tidak hanya berhenti di Bandar Lampung. Disdikbud Lampung berencana menerapkannya secara lebih luas hingga seluruh kabupaten/kota.
Bagi Thomas, persiapan TKA tidak cukup hanya dengan meminta siswa lebih banyak berlatih. Kualitas guru dan proses pembelajaran di kelas juga harus diperkuat.
Sebab, TKA pada akhirnya tidak hanya menghasilkan angka capaian siswa, tetapi juga dapat menjadi cermin untuk mengevaluasi sejauh mana proses pembelajaran di sekolah telah berjalan.
BACA JUGA:Resign Hari Ini, JHT Tak Hilang Esok Hari
"Ini demi meningkatkan mutu dan kualitas guru," tegasnya.(*)