5 Cara Mengatasi Pusing Saat Puasa agar Tetap Bugar dan Produktif
Cara Mengatasi Pusing Saat Puasa agar Tetap Bugar dan Produktif.--
RADARLAMPUNG.CO.ID - Puasa kerap menimbulkan rasa pusing, terutama ketika energi mulai menurun di siang hari. Kondisi ini cukup umum dan biasanya dipicu oleh kurang cairan, turunnya kadar gula darah, perubahan pola tidur, atau tekanan darah yang tidak stabil.
Meski terasa mengganggu, pusing saat puasa bukan berarti harus menghentikan aktivitas. Dengan pola hidup yang tepat selama bulan Ramadan, keluhan ini bisa diminimalkan sehingga ibadah tetap lancar dan tubuh tetap bertenaga.
Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:
Mengutamakan Sahur dengan Menu Seimbang
Sahur bukan sekadar formalitas sebelum berpuasa, melainkan fondasi energi sepanjang hari. Melewatkan sahur dapat membuat kadar gula darah turun drastis dan memicu sakit kepala atau pusing.
BACA JUGA:Tips Merawat Kucing Anggora Dari Warga Bandar Lampung Ini: Fokus Makanan dan Kebersihan
Pilih makanan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, atau kentang rebus. Tambahkan protein dari telur, ayam, tahu, atau tempe agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Konsumsi buah dan sayur untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan serat tubuh.
Menjaga Kualitas dan Pola Tidur
Perubahan jadwal selama Ramadan sering membuat waktu tidur berkurang. Begadang karena aktivitas malam atau penggunaan ponsel berlebihan dapat menurunkan kualitas istirahat.
Kurang tidur bisa memengaruhi tekanan darah dan memicu rasa pusing. Usahakan tidur lebih awal dan manfaatkan waktu siang untuk tidur singkat selama 15–20 menit agar tubuh kembali segar tanpa membuat lemas.
BACA JUGA:Pasar Crypto Bergerak di Zona Hijau, Ini Kata Analis Soal Kenaikan Bitcoin
Memenuhi Kebutuhan Cairan Saat Berbuka dan Sahur
Dehidrasi menjadi penyebab utama pusing saat puasa. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi saat berbuka hingga sahur dengan pola minum bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah makan malam, dan dua gelas saat sahur.
Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
