Was - Was Pengusaha Kapal, Dermaga PT SMA Dituding Dangkal
--
RADARLAMPUNG.CO.ID - Pengusaha kapal penyeberangan mengungkapkan kegundahan terkait tudingan belum layaknya dermaga di Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi (SMA) untuk melayani arus mudik dan balik lebaran.
Ketua DPC Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Bakauheni, Warsa menyampaikan, standar kedalaman dermaga di Pelabuhan PT SMA masih diragukan.
"Kita perlu pertimbangkan, pertama kita belum tahu kondisi untuk kolam yang mau di uji cobakan itu. Kan disitu masih meragukan masalah kedalaman," ujar Warsa, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kala itu kedalaman kolam untuk sandar kapal masih dalam proses pengerukan agar memenuhi standar. Warsa pernah menanyakan langsung hal itu ke Kepala Cabang PT SMA Tatang Rohadi.
"Jadi kata pak Tatang nanti saya tanya ke lapangan dulu berapa fix nya. Pada saat itu saya dikabari agak malam, 5,5 meter kedalamannya," lanjut Warsa.
Warsa juga mempersoalkan uji coba sandar kapal Portlink V di dermaga Pelabuhan PT SMA yang kala itu berjalan lancar, namun kondisi kapal dalam keadaan kosong.
Pasalnya, uji coba kapal lainnya malah berjalan tidak sesuai rencana alias ada yang mengalami kandas dan membuat ciut pengusaha kapal untuk melayani arus mudik dan balik di Pelabuhan PT SMA.
"Kenyataannya kapal yang lain bahkan ada yang kandas, kalau tidak salah kapal DLU. Jadi berangkat dari situ, kapal-kapal yang lain terutama saya kemudian ada juga kapal JL kemarin itu sebenarnya tidak mau karena pertimbangan tadi itu," kritik Warsa.
BACA JUGA:H+1 Lebaran Idul Fitri, 25.332 Kendaraan Balik ke Pulau Jawa
Bukannya tanpa alasan, para pengusaha kapal khawatir nantinya menimbulkan masalah pada kapal. Meski Warsa buru-buru menambahkan keberatan tersebut bukan karena tidak mau memberikan layanan penyeberangan.
Meskipun, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni sudah menyampaikan bahwa dermaga di Pelabuhan PT SMA sudah layak.
"Kalau ada apa-apa kapal rusak dan sebagainya siapa yang bertanggungjawab kan begitu, disini kita yang belum masih mendapatkan kepastian dan juga siapa yang bertanggungjawab disini," tegas Warsa.
"Yang jelas untuk saat sekarang setelah diadakan uji coba kenyataannya kan belum bisa dipakai berarti belum layak, itu kenyataan survei membuktikan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

