disway awards

Cegah PMK, Dinas Pertanian Mesuji Perketat Lalu Lintas Ternak di Simpang Pematang

Cegah PMK, Dinas Pertanian Mesuji Perketat Lalu Lintas Ternak di Simpang Pematang

Cegah PMK, Dinas Pertanian Mesuji Perketat Lalu Lintas Ternak di Simpang Pematang-Ilustrasi/Foto Pixabay.com-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang melintasi wilayah tersebut.

Langkah ini diambil sebagai strategi pemerintah daerah untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah penyebaran penyakit hewan menular, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Samsi Hermansyah menegaskan bahwa pengawasan lalu lintas hewan menjadi aspek krusial dalam menjaga kualitas serta keamanan produk hewan yang beredar di pasaran.

"Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan administrasi, tetapi juga memastikan kesehatan hewan melalui pengawasan langsung di pos pemeriksaan hewan," ujar Samsi saat dikonfirmasi, Minggu 8 Maret 2026.

BACA JUGA:Hujan Deras dan Angin Kencang Intai Mesuji, BPBD Ingatkan Warga Waspada Pohon Tumbang

Dalam pelaksanaannya, petugas disiagakan di pos pemeriksaan yang berada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kecamatan Simpang Pematang.

Petugas memantau pergerakan hewan yang melintas setiap hari guna memastikan prosedur kesehatan terpenuhi.

Samsi menjelaskan, pengawasan ini bukan bertujuan untuk menghambat aktivitas ekonomi para peternak maupun pedagang.

Sebaliknya, langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan agar perdagangan hewan berlangsung sehat dan legal.

BACA JUGA:Kapolres Mesuji Tegaskan Sanksi PTDH Bagi Anggota Terlibat Narkoba

"Kami ingin agar peternak dan pedagang merasa terbantu. Pengawasan ini justru memastikan perdagangan hewan menguntungkan semua pihak karena status kesehatannya terjamin," tambahnya.

Selain pengawasan fisik, Dinas Pertanian juga intens memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gejala klinis PMK pada ternak.

Beberapa ciri yang perlu diwaspadai di antaranya adalah air liur berlebihan akibat luka pada mulut dan lidah, serta kondisi kuku yang luka atau busuk.

Samsi pun meminta masyarakat untuk tidak panik jika menemukan ternak dengan gejala tersebut, karena penyakit ini masih bisa ditangani secara medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait