Mendesain Pendidikan Karakter Siswa Melalui Program Makan Bergizi Gratis
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Metro Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H. (kanan)--
- Mohon Maaf: Diucapkan ketika secara tidak sengaja bersenggolan, menyenggol makanan teman, atau menyela antrean.
- Silakan: Diucapkan saat memberikan kesempatan kepada teman untuk mengambil makanan lebih dulu, membagikan porsi, atau menawari tempat duduk.
- Terima Kasih: Diucapkan kepada petugas penyaji makanan, guru pendamping, dan kawan yang saling membantu selama proses makan berlangsung.
IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi strategis ganda: menyokong kesehatan fisik peserta didik sekaligus berfungsi sebagai instrumen pendidikan karakter yang kuat.
Melalui pembiasaan rutin yang terstruktur saat makan bersama, siswa dilatih secara nyata untuk mempraktikkan toleransi, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, saling menghormati, dan kesantunan berbahasa lewat penerapan three magic words, terima kasih, silahkan, dan mohon maaf.
2. Rekomendasi
a. Kepala Sekolah dapat menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Berbasis Karakter sebagai pedoman pelaksanaan MBG yang mencakup panduan adab dan interaksi sosial karakter di sekolah.
b. Guru pendamping diharapkan turut makan bersama siswa sebagai upaya penguatan peran guru sebagai role model untuk memberikan keteladanan langsung dalam bersikap dan berbahasa.
c. Sekolah disarankan memberikan penguatan positif (positive reinforcement) sebagai mekanisme evaluasi dan apresiasi bagi kelas atau kelompok siswa yang mampu menunjukkan kebiasaan etika dan kebersihan terbaik dalam pelaksanaan MBG
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


