disway awards

Pertuni Ajak Mayarakat Waspada Kendaraan Listrik Yang Minim Suara

Pertuni Ajak Mayarakat Waspada Kendaraan Listrik Yang Minim Suara

Dua anak kecil sedang mengendarai sepeda listrik, Senin (16/2/2026).--Foto: Wahyu Agil Permana

RADARLAMPUNG.CO.ID- Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Baik itu, Sepeda listrik, motor listrik maupun mobil listrik kian mudah ditemui, baik di kawasan permukiman, pasar, hingga jalan-jalan kecil.

Teknologi ini dipuji sebagai bagian dari solusi ramah lingkungan dan simbol kemajuan zaman.

Namun di balik keunggulannya yang senyap dan efisien, ada kelompok yang merasakan dampak berbeda, terutama penyandang tunanetra.

BACA JUGA:ALVA One, Motor Listrik Andalan untuk Mobilitas Kota dengan Jarak Tempuh 70 Km

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cabang Kota Bandarlampung, Setiawan, menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat.

Dalam imbauannya, ia mengajak masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan bagi tunanetra di tengah penggunaan kendaraan listrik yang tidak bersuara.

“Kami memahami bahwa kendaraan listrik adalah bagian dari kemajuan teknologi yang ramah lingkungan dan patut kita dukung bersama. Tetapi dari sudut pandang penyandang disabilitas netra, suara kendaraan adalah bagian penting dari keselamatan,” ujar Setiawan.

Bagi tunanetra, menurut Setiawan, pendengaran merupakan penuntun utama dalam bergerak di ruang publik.

BACA JUGA:Teknologi Motor Listrik VF-PMSM BYD, Solusi Efisiensi Tinggi untuk Kendaraan Listrik Modern

Dari suara kendaraan, mereka mengenali arah datangnya kendaraan, hingga menentukan waktu yang aman untuk berjalan.

“Bagi kami, pendengaran adalah penuntun langkah. Ketika kendaraan melaju tanpa suara, terutama di area permukiman, pasar, trotoar, atau jalan kecil, risiko bagi kami menjadi jauh lebih besar,” lanjutnya.

Setiawan menilai, situasi menjadi semakin berbahaya ketika kendaraan listrik melaju dengan kecepatan tinggi di ruang-ruang yang seharusnya ramah bagi pejalan kaki.

Tidak jarang pula trotoar digunakan sebagai jalur kendaraan listrik, yang semakin mempersempit ruang aman bagi kelompok rentan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait