Konsisten Dalam Satu Dekade, UBL Kembali Berangkatkan Mahasiswa Belajar dan Riset Di Jepang
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi Universitas Bandar Lampung(UBL), Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D (tengah) melepas empat mahasiswa terpilih untuk mengikuti belajar dan riset di Jepang.-Foto.Universitas Bandar Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional.
Melalui program University of Kitakyushu Student Exchange Research Program (UK-SERP), UBL resmi melepas empat mahasiswa terpilih untuk bertolak ke Negeri Sakura, Jepang.
Pelepasan ini menandai tahun ke-10 konsistensi UBL dalam menjalin kerja sama strategis dengan The University of Kitakyushu.
Acara yang digelar di lingkungan kampus UBL ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi, Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D.
BACA JUGA:Kelas Migran Vokasi Lampung Masuk Fase Job Matching, Ribuan Siswa Siap Kerja di Jepang
Dalam sambutannya mewakili Rektor UBL, Prof. Erry menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa ini bukan sekadar urusan akademik di atas kertas.
"Mahasiswa yang berangkat hari ini membawa nama besar keluarga, universitas, dan Indonesia. Mereka harus menjadi duta karakter yang menjunjung tinggi disiplin, integritas, serta profesionalisme," tegas Prof. Erry.
Prof Erry juga berpesan agar para mahasiswa menyerap nilai luhur budaya kerja Jepang, seperti, Kaizen (Semangat perbaikan berkelanjutan), Ganbaru (Ketangguhan dalam menghadapi tantangan) dan Giri (Tanggung jawab moral dalam setiap peran).
Ketua Program Studi Arsitektur UBL, Dr. Eng. Haris Murwadi, menambahkan, bahwa tahun ini ada empat delegasi yang berangkat, terdiri dari mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2).
BACA JUGA:Timnas U-17 Indonesia Masuk Grup Neraka di Piala Asia U-17 2026, Hadapi Jepang Hingga Qatar
Adapun keempat mahasiswa tersebut adalah, Shanaz Rizkyna (Magister Teknik), Rani Octavia (Magister Teknik), Fauzan Bima Wicaksana (S1 Arsitektur) dan Feri Anggoro (S1 Arsitektur)
"Mereka akan mengikuti International Design Workshop di Kota Kitakyushu selama 16 hari, mulai 23 Februari hingga 10 Maret 2026. Program ini juga didukung penuh oleh Japan Student Services Organization (JASSO)," jelas Dr. Haris.
Program UK-SERP bukan sekadar kunjungan singkat. Sejak pertama kali digulirkan, program ini telah mencetak 41 alumni.
Menariknya, banyak di antara mereka yang kini berhasil melanjutkan studi magister (S2) hingga doktoral (S3) di universitas yang sama dengan dukungan beasiswa penuh dari pemerintah Jepang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
