Gubernur Lampung Minta Libur Akhir Tahun Tak Ada

Gubernur Lampung Minta Libur Akhir Tahun Tak Ada

RADARLAMPUNG.CO.ID-Menyikapi tren penambahan kasus Covid-19 di Lampung dalam satu bulan belakangan yang cenderung mengalami peningkatan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengumpulkan Bupati/Walikota se Lampung serta stakeholder lainnya guna menekan dan mengendalikan Covid-19 di Lampung. Hal ini dilakukan Arinal saat menggelar Rapat koordinasi evaluasi dan pengendalian covid-19 di provinsi Lampung di Novotel Lampung, Senin (23/11). \"Hasil rakor kita minta koordinasi untuk tetap siaga, kesiagaan kita lakukan bersama antara lain kita harus kompak mengendalikannya (Covid-19), melaksanakannya (pengendalian). Kita minta bupati/Walikota juga membentuk tim bersama sama karena tingkat kesadaran masyarakat harus kita tingkatkan,\" jelas Arinal. Dia melanjutkan, sebenarnya kata kunci pengendalian Covid-19 ini dapat dilakukan apabila menerapkan 3M dan 1T yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta tidak berkerumun. \"Kalau kita tidak menyadari akan bgtuah kita akan melakukan tindakan tidak akan yang berjiwa komersil. Oleh karena itu kita akan lakukan cara cara ini agar tidak terjadi lagi sebab ini perlu kita lakukan,\" lanjutnya. Arinal juga memutuskan sebagai langkah tegasnya dalam pengendalian Covid-19 berencana untuk meniadakn libur akhir tahun. Serta pada hari Natal nantinya juga harus dikendalikan. \"Saya minta tidak ada libur, natal juga dikendalikan untuk tidak sembahyang di gereja. Tapi digelar secara virtual. Kalau yang lain silahkan saja libur, Kita tidak libur kita tetap melakukan pengendalian,\" lanjutnya. Arinal juga bakal menyurati kabupaten/kota dan diminta untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing kabupaten/kota mengenai batasan kerumunan. Arinal menilai, hal itu perlu dilakukan untuk menghindari munculnya kerumunan di Lampung. Arinal mencatat ada laporan masuk di Kota Sepang dan Wayhalim, bahwa ada perkumpulan orang bahkan mencapai 200 orang. \"Saya juga minta dilakukan sidak pada yang berpotensi berkerumun. Di Bandarlampung sudah banyak sms pengaduan ke saya. Di Metro juga. Ini harus diantisipasi terutama di daerah yang masuk zona oranye dan kuning. Dan saya berharap kedepannya kita secara kontinyu punya pos, sehingga ada komunikasi tim ini sebagai pengendalian sebagainya. Di Kota sepang dan wayhalim ratusan sampai dua ratus orang berkumpul. Nanti akan kita lakukan peringatan untuk menggunakan prokes, katanya Wayhalim yang sedang di gemari,\" tambahnya. (rma/wdi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: