Puskesmas Dinilai Masih Kurang Ramah Penyandang Disabilitas

Puskesmas Dinilai Masih Kurang Ramah Penyandang Disabilitas

YKWS menggelar diskusi dengan mengusung tema Potret Penyediaan Layanan Fasilitas Air, Sanitasi, dan Kebersihan di Fasilitas Layanan Kesehatan, bertempat di Hotel Whiz Prame Lampung, pada Selasa (26/4).-Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dan Metro didukung oleh SIMAVI-SNV Netherland Development sejak April 2021 tengah melaksanakan Program WASH in HCF (Health Care Facility).

Lokus program berada di 5 Puskesmas di Bandarlampung dan 4 Puskesmas di Metro. Kelima Puskesmas di Kota Tapis Berseri yaitu, Puskesmas Kemiling, Kedaton, Pasar Ambon, Kota Karang, dan Puskesmas Panjang.

Program WASH in HCF merupakan salah satu upaya untuk mendorong peningkatan penyediaan fasilitas dan layanan air, sanitasi, dan kebersihan yang inklusif di fasilitas layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Puskesmas, khususnya memperkuat fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan agar dapat menyediakan akses bagi semua, termasuk kelompok rentan, antara lain perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang  disabilitas.

BACA JUGA:Pemprov Lampung Optimalisasi Aset Untuk Penyandang Disabilitas

Kekhasan dari program yang digagas oleh YKWS ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses peningkatan pelayanan.

Sejak program tersebut dimulai, YKWS sebagai mitra strategis dari Pemkot Bandarlampung dan Metro telah melaksanakan serangkaian kegiatan, antara lain baseline survey, kick-off program, pembentukan/penguatan Kelompok Kerja (Pokja) WASH in HCH di 9 Puskesmas.

Di mana, masing-masing Pokja tersusun dari kombinasi antara nakes dan publik/unsur-unsur inklusi serial workshop dan pelatihan untuk Pokja dan Tim Audit Sosial, hingga kegiatan observasi atau audit sosial terhadap Puskesmas tentang kondisi penyediaan layanan dan fasilitas air, sanitasi dan kebersihan.

Sebuah tool atau alat audit yang disusun oleh Lembaga dunia (JMP atau Join Monitoring Program yang terdiri dari WHO dan UNICEF) digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap fasilitas dan layanan Puskesmas di seputar aspek Air, Sanitasi, dan Kebersihan.

BACA JUGA:Salurkan Bantuan Pangan untuk 9.885 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Tool WASH Fit yang aslinya terdiri dari tujuh indikator fasilitas WASH di Puskesmas kemudian dimodifikasi oleh YKWS  dengan menambahkan empat indikator yang juga melakukan analisis terhadap aspek WASH Puskesmas pada radius sekitar 50 m di sekitar Puskesmas.

Kegiatan observasi oleh Tim Audit Sosial di setiap Pokja WASH in HCF telah dilaksanakan di sepanjang Feburari 2022 yang diikuti dengan diskusi dan pembahasan terhadap observasi tersebut pada bulan Maret 2022.

Hasil observasi penyediaan layanan dan fasilitas air, sanitasi dan kebersihan di Puskesmas telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Bandarlampung dan Pemkot Metro pada pertengahan April 2022.

Sehingga bisa menjadi landasan ataupun dasar untuk pengambilan kebijakan dan perencanaan oleh pemerintah setempat guna melakukan peningkatan layanan Puskesmas, khususnya dalam penyediaan layanan Air, Sanitasi, dan Kebersihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: