Hindari Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku, Pemprov Siapkan Obat dan Vaksin

Hindari Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku, Pemprov Siapkan Obat dan Vaksin

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemprov Lampung langkah cepat atasi penularan penyakit muluk dan kuku pada sapi. Salah satunya dengan menyiapkan obat dan vaksin untuk hewan ternak.

Pemprov Lampung menggelar rapat Koordinasi Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) se Provinsi Lampung di Ruang Abung, Balai Keratun, Pemprov Lampung, Kamis (19/5). Rapat yang di pimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung Kusnardi membahas berbagai hal terkait penularan penyakit tersebut.

"Ya hari ini kita lakukan rapat koordinasi untuk mencegah tersebarnya penyakit mulut dan kuku ini. Karenanya kita melakukan berbagai upaya sebagai langkah penanggulangan, seperti mendorong kawan-kawan kabupaten dan kota untuk membentuk tim yang sama seperti pemerintah provinsi Lampung dan lakukan aksi pemantauan di lapangan," beber Kusnardi usai kegiatan.

BACA JUGA:Libatkan 240 Pelaku Usaha, Pemkab Lamsel Laksanakan Bimtek LKPM dan OSS RBA Tuntaskan Stunting

Untuk kabupaten yang sudah ada temuan kasus juga menjadi perhatian. Di mana hewan yang terkena tersebut untuk di isolasi hingga di tangani lebih lanjut seperti di sembelih agar tidak terjadi penyebaran lanjutan.

"Selanjutnya daerah lainnya juga harus meningkatkan pengawasannya agar tidak terjadi penyebaran lebih lanjut. Kami juga menyiapkan obat-obatan serta vaksin untuk diberikan ke ternak guna meningkatkan referensi atau ketahanan dari sapi atau hewan ternak agar ada kekebalan," katanya.

Menurut Kusnardi saat ini sudah ada 16 ekor yang dinyatakan positif dan 1 ekor dinyatakan mati. Sementara kasus suspeknya kini berjumlah 47 ekor.

BACA JUGA:Penerapan P3DN Dalam APBD se Provinsi Lampung Capai Rp6,41 Triliun

Kusnardi juga meminta masyarakat tidak panik. Sebab penyakit mulut dan kuku ini bukan jenis penyakit yang berbahaya dan bisa menular ke manusia.

"Sebenarnya PMK ini bukanlah penyakit berbahaya, karena bukan jenis penyakit zoonosis atau yang bisa tertular ke manusia. Kala antraks itu bisa menular, jadi tingkat keamanan masih lumayan bisa diterima untuk manusia. Untuk tingkat kematian di ternak juga hanya 5%, itupun paling banyak. Dan banyak hewan yang sudah sembuh dan dinyatakan aman untuk di konsumsi," katanya.

Di tambahkan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, Pemprov Lampung saat ini masih menunggu kedatangan vaksin dari pemerintah Pusat. Rencananya Juni mendatang vaksin tersebut dikirimkan.

"Untuk vaksin kami memang masih menunggu dari pusat. Insya allah Juni akan dikirimkan. Kalau untuk jumlahnya, nantinya akan disesuaikan dengan sebaran masing-masing daerah," beber Lili.

BACA JUGA:PAN Beri Sinyal Koalisi Indonesia Bersatu di Daerah

Nantinya, lanjut Lili, yang akan mendapatkan vaksin ialah hewan yang sehat. Sehingga dapat dilakukan pencegahan sejak dini. "Ya kita harapkan secepatnya, sehingga nantinya kita bisa memberikan vaksin ini pada hewan yang sehat sehingga bisa mencegah penularan," tandasnya (rma/yud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: