Nelayan di Pesisir Barat Hilang saat Memanah Ikan

Nelayan di Pesisir Barat Hilang saat Memanah Ikan

ILUSTRASI/FOTO PIXABAY.COM--

PESISIR BARAT, RADARLAMPUNG.CO.ID -Seorang nelayan di Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat hilang terseret arus, Jumat malam, 9 September 2022.

Menurut Camat Pesisir Selatan Mirton Setiawan, nelayan tersebut adalah Zarpin (44), warga Pemangku Bumi Agung, Pekon Tanjung Setia.

Peristiwa itu bermula ketika Zarpin bersama rekannya, Rohmanuddin (44) dan Yudi (27) pergi memanah ikan di perairan Tanjung Setia, sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat 9 September 2022.

Saat itu, posisi tiga nelayan yang tinggal di pekon sama tersebut agak berjauhan.

BACA JUGA: Ibu Ditahan, Anak Korban Penganiayaan Ibu Kandung Dititipkan di Ponpes

"Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB, kedua rekannya mendengar korban berteriak minta tolong. Namun karena jarak yang jauh, korban tidak bisa tertolong dan terbawa arus ombak sehingga hilang," kata Mirton.

Mirton melanjutkan, kedua rekan Zarpin  langsung kembali ke daratan dan melaporkan kepada keluarganya.

Peristiwa itu juga diteruskan ke Polsek Pesisir Selatan.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat Mirza Sahri mengatakan, pencarian masih dilakukan.

BACA JUGA: Verifikasi Keanggotaan Parpol Lewat Video Conference, 9 KPU Daerah Diduga Langgar Prosedur

"Tim BPBD Pesbar sudah berada di lokasi dan berkoorsinasi dengan Basarnas Lampung melalui Pos SAR Tanggamus terkait dengan adanya musibah ini," sebut Mirza. 

Sebelumnya, tim gabungan berhasil menemukan Wanto (35), nelayan warga Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras, Pesisir Barat, sekitar pukul 08.18 WIB, Jumat 8 Juli 2022. Kondisinya sudah tidak bernyawa. 

Diketahui, empat nelayan tenggelam di perairan pantai Siging, Pekon Pardasuka, Kecamatan Ngaras, Pesisir Barat, Rabu 6 Juli 2022. 

Tiga nelayan berhasil diselamatkan. Satu orang lagi, belum ditemukan. Yakni Wanto, warga Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras. 

BACA JUGA: Pemkot Anggarkan Rp 5,5 Miliar Salah Satunya untuk Bansos, Kapan Dibagikan? Ini Jawaban Pj. Sekkot

Koordinator pos SAR Tanggamus Hendra Wahyu, mengatakan, jenazah Wanto ditemukan sekitar 100-200 meter dari lokasi tenggelam. 

"Korban dengan kondisi mengapung, dan langsung dibawa dengan kantong jenazah menggunakan perahu menuju pinggir pantai," kata Hendra Wahyu.

Hendra Wahyu mengungkapkan, dari Puskesmas Ngaras, jenazah Wanto dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. 

"Kita ucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak, hingga akhirnya nelayan tenggelam ini berhasil ditemukan," sebut Hendra.

BACA JUGA: Sebarkan! Angkutan Umum Jenis Ini Bisa Ikut Menikmati Anggaran Rp 5,5 Dari Pemkot Bandar Lampung

Diketahui, empat nelayan tenggelam di perairan pantai Siging, Pekon Pardasuka, Kecamatan Ngaras, Pesisir Barat, Rabu 6 Juli 2022. 

Koordinator Tangkap Nelayan Kecamatan Ngaras Zamzari mengatakan, gelombang tinggi terjadi di perairan pantai Siging. Ini menyebabkan banyak nelayan tidak melaut. 

Namun, masih ada yang mencoba mencari peruntungan menangkap ikan. Seperti empat nelayan yang berangkat sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu 6 Juli.

Mereka adalah Wanto (35), Sulaeman (29), dan Suhaili (35), warga Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras. Kemudian Bram Selamet (35), warga Pekon Pardasuka Kecamatan Ngaras. 

BACA JUGA: Dampak Kenaikan Harga BBM, Door to Door Polres Pringsewu Bagikan Bantuan

“Perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak. Tiga selamat. Satu orang belum ditemukan,” kata Zamzari. 

Camat Ngaras Andi Indrawara mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat dan pihak terkait. 

Dugaan sementara, perahu nelayan itu tenggelam karena dihantam ombak. 

“Saat ini juga masih dilakukan penyisiran dan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan tersebut,” kata Andi Indrawara. 

BACA JUGA: Pasca Gelar Perkara, Ibu Aniaya Anak Kandung Ditetapkan Tersangka

Terpisah, Kapolsek Bengkunat Iptu Juni Rosiwan mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyantho membenarkan peristiwa itu. 

Berdasar informasi, ke empat nelayan berangkat melaut dengan menggunakan perahu jukung, sekitar pukul 06.0 WIB. 

“Hingga sekitar pukul 10.30 WIB, gelombang tiba-tiba membesar dan terjadi hempasan ombak. Perahu tergulung ombak,” kata Iptu Juni Rosiwan.

Iptu Juni Rosiwan melanjutkan, salah seorang nelayan, Wanto tengelam. Ia diketahui tidak bisa berenang. 

BACA JUGA: PN Kota Agung Tolak Gugatan Rizky Raya, Ini Sikap DPC PDIP Pringsewu

“Pencarian korban sudah berlangsung selama empat jam lebih. Sampai saat ini. Namun belum berhasil ditemukan,” pungkas Iptu Juni Rosiwan. 

Sebelumnya, Pardi (26), warga Pekon Sukamarga, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat ditemukan tewas tenggelam di muara Temiang, Pekon Kotajawa, sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis 26 Mei 2022. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: