Cheng Yu Pilihan: Owner Platinum Ceramics Sutatno Sudarga, Ju An Si Wei

Cheng Yu Pilihan: Owner Platinum Ceramics Sutatno Sudarga, Ju An Si Wei

--

SAAT ditanya ajaran Tiongkok yang menginspirasinya, owner PT Platinum Ceramics Industry, Sutatno Sudarga mengirimkan kata-kata mutiara yang ditulis Kou Zhun 寇準, kanselir masyhur Dinasti Song Utara (960-1127). 

Judulnya ”六悔铭” (liù huǐ míng),  prasasti enam penyesalan. Sangat terkenal.

Bunyinya, ”官行私曲,失时悔。富不俭用,贫时悔。艺不少学,过时悔。见事不学,用时悔。醉发狂言,醒时悔。安不将息,病时悔。”

Cara membacanya, ”Guān xíng sī qū, shī shí huǐ. Fù bù jiǎn yòng, pín shí huǐ. Yì bù shǎo xué, guò shí huǐ. Jiàn shì bù xué, yòng shí huǐ. Zuì fā kuáng yán, xǐng shí huǐ. Ān bù jiāng xī, bìng shí huǐ.”

”Saat menjabat semena-mena, setelah tergelincir menyesal tak ada guna. Saat kaya tidak irit, setelah miskin menyesal tak ada guna. Saat muda tak belajar keahlian, setelah tua menyesal tak ada guna. Saat tak tahu ogah belajar, setelah mau diaplikasikan menyesal tak ada guna. Saat mabok sembarang bicara, setelah sadar menyesal tak ada guna. Saat sehat ogah istirahat, setelah sakit menyesal tak ada guna," begitu terjemahan bebasnya. 

Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Rasulullah juga pernah memberi nasihat serupa, ”Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. 1. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, 2. Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, 3. Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 5. Masa hidupmu sebelum datang masa matimu.”

Intinya, dalam menjalani hidup, harus ”居安思危”(jū ān sī wēi): memikirkan krisis meski sedang aman. 

Agar lebih mawas diri dan tidak serampangan. Sebab, penyesalan akan selalu datang terlambat dan, walau bagaimanapun, tidak akan pernah bisa membalikkan keadaan seperti semula. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: