Presidensi G20 dan Harapan Netizen Dunia (Analisis Sentimen)

Presidensi G20 dan Harapan Netizen Dunia  (Analisis Sentimen)

FOTO DOK. KEMENKO PEREKONOMIAN - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara B20-G20 Dialogue: Integrity and Compliance Task Force, Kamis 18 Agustus 2022.--

Oleh : Anto Febria- Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Metro

Presidensi G20 Indonesia dan Deklarasi Pemimpin Dunia

RADARLAMPUNG.CO.ID - Rangkaian kegiatan Presidensi G20 tahun 2022 telah selesai dilaksanakan yang ditandai dengan ditutupnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada tanggal 16 November 2022 dan sekaligus penyerahan kepemimpinan Presidensi G20 kepada Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai presidensi berikutnya.

Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia menghasilkan G20 Bali Leaders’ Declaration.

Tema besar Presidensi G20 Indonesia 2022 yaitu "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema tersebut, Indonesia mengajak seluruh negara di dunia untuk saling bahu-membahu, mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan utama dibentuknya Forum G20 yaitu untuk menemukan solusi bersama atas kondisi ekonomi global. 

Forum G20 merepresentasikan 80% ekonomi dunia, 75% perdagangan internasional, dan 2/3 populasi dunia.

Forum G20 beranggotakan negara-negara dari berbagai kawasan di dunia, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Argentina, Brazil, Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Rusia, Afrika  Selatan, Arab Saudi, Turki, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Australia, dan Uni Eropa.

G20 Bali Leaders’ Declaration berisi 52 poin kesepakatan yang mencakup permasalahan mengenai ketegangan geopolitik global, isu krisis pangan, perubahan iklim, kesehatan global, hingga transformasi digital. 

Secara umum, deklarasi itu dapat dirangkum kedalam beberapa poin berikut ini: Pertama, para anggota G20 berkomitmen untuk tetap gencar dan fleksibel dalam menjalankan kebijakan makroekonomi, terus melakukan investasi publik dan reformasi struktural, mempromosikan investasi swasta, serta memperkuat perdagangan internasional serta ketahanan pangan untuk menjaga pasokan global.

Kedua, para anggota G20 berkomitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan, selalu berupaya mengurangi risiko penurunan ekonomi dengan memperhatikan langkah-langkah yang pernah diambil saat krisis keuangan global sebelumnya.

Ketiga, para anggota G20 akan berupaya mempromosikan ketahanan pangan dan energi serta mendukung stabilitas pasar, memberikan dukungan terarah untuk meredam dampak kenaikan harga, serta memperkuat komunikasi antara produsen dan konsumen.

Keempat, para anggota G20 akan terus berinvestasi ke negara berpenghasilan rendah dan menengah dan negara berkembang, melalui berbagai sumber dan instrumen pembiayaan yang lebih inovatif, termasuk untuk mengkatalisasi investasi swasta, untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan sekaligus berkomitmen untuk mempercepat pencapaian SDGs sampai tercapai kesejahteraan untuk seluruh negara di dunia.

Analisis Sentimen Presidensi G20

Analisis terhadap Presidensi G20 akan menggunakan mesin/aplikasi Drone Emprit. Data Presidensi G20 dipublikasikan pada portal data analisis media sosial Drone Emprit di alamat dea.uii.ac.id dan academic.droneemprit.id dengan nama proyek Presidensi G20 yang saat ini masih berjalan. Proyek ini dibuka/dibuat pada tanggal 21 Juni 2022. Proyek-proyek pada Drone Emprit dibuat berdasarkan kategori dalam SDGs. Presidensi G20 masuk dalam kategori Perdamaian, Keadlilan, dan Kelembagaan yang tangguh. Salah satu fitur dari aplikasi Drone Emprit adalah Sentimen Analisis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: