Keras! Wali Kota Metro Berikan Pesan ke DP3AP2KB

Keras! Wali Kota Metro Berikan Pesan ke DP3AP2KB

Pada 2022, dari 116.001 anak di Provinsi Bengkulu, tercatat 5.602 terkena stunting. Rinciannya, tubuh pendek 4.656 dan sangat pendek 946 anak. ILUSTRASI/FOTO PIXABAY--

METRO, RADARLAMPUNG.CO.ID - Wali Kota Metro menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Hal tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Kota Metro.

Wali Kota Metro Wahdi mengatakan, dengan meningkatkan koordinasi dengan semua OPD yang terlibat dalam penurunan stunting, diharapkan angka stunting di Kota Metro bisa terus turun.

“Semua OPD harus terlibat. Bagaimana kita menggerakkan OPD seperti Dinas Kesehatan, lalu Bappeda, dan OPD lainnya yang juga konsentrasi dalam menurunkan angka stunting,” kata Wahdi.

BACA JUGA:Geledah Badan Warga Menggala, Polisi Temukan 2,23 Gram Sabu di Kotak Rokok

Dikatakannya, dalam menurunkan angka stunting, memang diperlukan sinergi yang baik antar OPD yang terlibat.

Hal ini, DP3AP2KB Kota Metro pun perlu membangun isu-isu strategis terkait dengan stunting. Apalagi, di tahun 2020 lalu, berdasarkan data SSGGI, angka stunting di Kota Metro menembus 19,8 persen.

“Tapi sekarang angka stunting kita sudah turun di 8,7 persen. Kita berharap, di tahun 2024, dapat turun di angka 6,4%,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh OPD untuk bergandeng tangan bersama DP3AP2KB berupaya menurunkan stunting.

BACA JUGA:Sepanjang Tahun 2022, Ada 16 Kasus Kebakaran di Mesuji, Ini Rinciannya

Hal tersebut juga sebagai dukungan kepada program Presiden RI, yaitu daerah harus menurunkan angka stunting 14 persen di tahun 2024.

“Jadi memang perlu adanya peran semua OPD untuk menurunkan angka stunting. Karena itulah pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan sendiri, tapi juga semua OPD harus terlibat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: