Taring Lampung Klaim Tak Halangi Kerja Jurnalis

Taring Lampung Klaim Tak Halangi Kerja Jurnalis

--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Taring) menyanggah kabar yang menyebut anggotanya menghalangi tugas jurnalis dan menjadi pengawal untuk salah satu pejabat, usai mengikuti rapat di DPRD Bandar Lampung, Jumat, 28 Februari 2025.

Ketua Taring Lampung Yusmart DS mengklaim, sejumlah jurnalis Taring berdekatan dengan pejabat dimaksud dalam rangka membantu sang pejabat untuk turun dari tangga dikarenakan kedua kakinya dalam kondisi tidak baik.

Diketahui, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung Eka Afriana memenuhi panggilan Komisi IV DPRD setempat, Jumat, 28 Februari 2025.

Hanya saja, Eka Afriana melempar sikap kurang kooperatif kepada sejumlah awak media yang hendak mengkonfirmasi dirinya usai hearing.

BACA JUGA:Promo Indomaret Penuh Keberkahan Spesial Ramadhan, Diskon Member Untung Hemat Sampai 40 Persen

Eka yang ditanya oleh jurnalis tidak mengeluarkan satu patah kata pun pasca keluar dari ruang Komisi IV.

Terpantau, Kepala Disdikbud Bandar Lampung itu buru-buru masuk ke dalam mobil yang ia tumpangi untuk datang ke kantor DPRD. 

Yang cukup mengherankan, terdapat sejumlah oknum wartawan yang terkesan 'memberi karpet merah' untuk Eka yang bagaikan 'ratu' melenggang menjauhi jurnalis yang hendak memberi informasi aktual kepada masyarakat luas.

Usut punya usut, sejumlah oknum wartawan yang diduga sengaja memberi perlakuan istimewa kepada Eka tersebut tergabung dalam organisasi Taring.

BACA JUGA:Promo 3.3 Alfamart Spesial Untuk Produk Biskuit, Buka Puasa Dijamin Lebih Asyik!

Di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah menyangkan tindakan yang dilakukan Kadisdikbud juga para oknum wartawan yang dinilainya condong berpihak tersebut.

"Sangat disayangkan mengapa hal ini harus terjadi. Apalagi ini Kepala Dinas yang dikawal oleh para oknum organisasi wartawan. Sungguh dipertanyakan integritasnya," kata Asroni yang juga mengecam sikap kurang elok Eka tersebut.

Tak ayal, Asroni menyarankan Eka untuk merubah tabiatnya tersebut karena dapat mempengaruhi netralitas sebagai pelayan masyarakat.

Di sisi lain, terkait hasil dari hearing yang dilakukan pihaknya hari ini, Asroni menyebut hal ini adalah teguran keras bagi Kepala Dinas dan Kepala Sekolah untuk tidak melakukan hal yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: