Viral, Mahasiswa Unggah VT Sebut Lampung Tak Maju-maju Dengan Bahasa Menohok

Viral, Mahasiswa Unggah VT Sebut Lampung Tak Maju-maju Dengan Bahasa Menohok

--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Baru-baru ini warga TikTok diramaikan dengan video seorang mahasiswa yang diketahui berasal dari Provinsi Lampung yang mengaku sedang kuliah di luar negeri, tepatnya di Australia. 

Isi dari video tersebut ialah kritikan terhadap lambatnya perkembangan dari segala sektor yang ada di Provinsi Lampung.

“Kenalin nama gua Bima, gua berasal dari Provinsi yang satu ini dajjal, dan gua sekarang lagi menjalani proses study gua di Australia,” ungkap perkenalannya di VT yang sudah ditonton lebih dari 2 juta pengguna akun TikTok.

Menurutnya, infrastruktur yang terbatas merupakan salah satu faktor utama mengapa Lampung menjadi provinsi yang tidak maju-maju.

BACA JUGA:Gindha Ansori Minta Kapolda Lampung Menindak Akun TikTok Awbimax Reborn, Sebut 'Kenapa Lampung Ga Maju-Maju'

Ditambah banyaknya proyek mangkrak yang dinilainya membuat lambat perkembangan infrastruktur di Lampung.

“Contohnya Kota Baru, itu dari zaman gua SD sampai sekarang gua gak pernah denger kabarnya lagi. Padahal aliran dananya itu ratusan miliar, dan gua gatau tuh sekarang mungkin udah jadi tempat jin pembuangan anak kali,” ungkap pria yang memiliki username @awbimaxreborn di Tik-tok ini.

Selain itu, ia juga menyinggung soal jalan yang ada di Provinsi Lampung banyak rusak dan masalah tersebut menurutnya sudah dari lama namun tetap minim perubahan.

Tak hanya infrastruktur, ternyata ada sektor lain yang dibahas oleh pemilik akun Tik-tok @awbimaxreborn ini, yaitu sektor Pendidikan.

BACA JUGA:Resmi Debut Bersama XODIAC Menjelang Akhir April 2023 Mendatang, Zayyan Banjir Pujian Netizen Tanah Air

Menurutnya, pemerintah yang ada di Lampung khususnya sektor pendidikan tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan malah menjadi salah satu oknum yang menyalahgunakan kekuasaan tersebut.

“Proses penyaringan peserta didik yang ada di Lampung itu banyak banget kecurangan ya, bahkan yang berkontribusi itu orang-orang yang bekerja di sektor Pendidikan, seperti contoh dosen yang nitip anaknye, rector yang nitipin ponakannye..” sebutnya dalam lanjutan VT yang ia buat. 

Tata kelola yang lemah juga turut disuarakan, yang menurutnya marak korupsi, birokrasi tidak efisien, hukum yang tidak dijalankan, serta banyaknya suap yang menurutnya sehari-hari terjadi di Provinsi Lampung.

Terakhir, pria ini juga berbicara tentang ketergantungan masyarakat Lampung pada sektor pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: