Hati-hati! Jangan Sampai Berharap Haji Mabrur Malah Mendapat Haji Mardud

Hati-hati! Jangan Sampai Berharap Haji Mabrur Malah Mendapat Haji Mardud

Ada perbedaan antara haji mabrur dan mardud. Yakni haji yang diterima oleh Allah SWT dan tertolak. ILUSTRASI/FOTO PIXABAY.COM--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Setiap muslim yang berangkat haji, tentunya mengharapkan mendapatkan haji mabrur. 

Berdasarkan bahasa, haji mabrur artinya haji yang baik atau haji yang diterima oleh Allah SWT. 

Sementara berdasar istilah syar’i, haji mabrur berarti haji yang dilaksanakan berdasarkan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya.

Tentunya, pelaksanaan haji yang dilakukan dengan memperhatikan sejumlah syarat, rukun, dan wajib.

BACA JUGA: Larangan saat Jemaah Haji Sudah Ihram, Nomor 9 Paling Berat

Kemudian menghindari segala hal yang dilarang atau muharramat. Beribadah semata-mata karena Allah SWT. 

Dikutip dari laman Nu.or.id, soal pahala haji mabrur ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari.

Rasulullah SAW menjelaskan, "Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur, kecuali surga,” (HR Bukhari). 

Memang haji mabrur ini diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. 

BACA JUGA: Ibadah Haji Ala Al Zaytun, Tawaf Mengeliling Ponpes Dengan Mobil, Lempar Jumrah Gunakan Tujuh Zak Semen

Namun ada ciri-ciri seseorang mendapatkan haji mabrur. Rasulullah SAW menyampaikan tanda-tanda haji mabrur. 

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Artinya, "Pada sahabat berkata, "Wahai Rasulullah apa itu haji mabrur?".

Rasulullah lantas menjawab, "Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian" 

Meskipun hadis ini disebut munkar syibhul maudhu’ oleh Abu Hatim dalam kitab Ilal ibn Hatim, namun ada riwayat lain yang marfu’ dan mempunyai banyak syawahid. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: