Gelaran Karnaval Budaya Maskland Disambut Hujan

Gelaran Karnaval Budaya Maskland Disambut Hujan

Peserta Pawai Karnaval Budaya topeng tradisional khas Lampung saat melintasi di Jalan Sultan Agung Wayhalim, Bandar Lampung, Sabtu 8 Juli 2023. Pawai karnaval tersebut digelar dalam menyemarakkan gelaran Festival Krakatau 2023 mengusung tema Topeng Sekura--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pelaksanaan K-Fest 2023 terus berjalan ditengah-tengah guyuran hujan lebat di PKOR, Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu, 8 Mei 2023.

Pantauan radarlampung.co.id, kegiatan iring-iringan tersebut, dimulai sejak pukul 16:00 WIB pasca Gubernur Lampung Arina Djunaidi memberikan sambutan, dan mundur dari rundown yang sudah ditentukan. 

Pawai budaya yang mengambil tema Topeng Sekura  asal daerah Lampung Barat itu dikemas dalam Kanaval Budaya Maskland itu terus berjalan meski hujan deras.

Para peserta yang kebanyakan pelajar itu terus melakukan pawai seperti yang sudah direncanakan dengan rute jalan Sultan Agung, tepatnya di depan Masjid Addua lalu balik lagi ke PKOR dengan beberapa masyarakat yang menonton sambil menggunakan payung.

BACA JUGA:Hasil Penjaringan DPD Lampung, ‘Kartu Kuning’ untuk 4 Balon Incumbent

Dalam sambutannya Gubernur Lampung Arina Djunaidi mengatakan kegiatan ini merupakan sektor penting dalam upaya peningkatan kepariwisataan di Provinsi Lampung.

"Meski hujan semoha lancar, lampung kembali menggelar festival krakatau dikenal sebagai K-fest sebagai kegiatan budaya dan pariwistaa yang dibuat jadi atraksi wisata dan berpera penting dalam sektor pariwisata, berbagai pesona alam di tampilkan untuk kepariwisataan lalu ada budaya yg sengaja di tampilkan yaiu topeng ini waktu jaman belanda menghindari penjajah," kata Arinal yang juga membuka kegiatan tersebut.

Topeng Sekuran ini kata dia kini menjadi icon sekaligus tradisi pada setiap daerah dimulai Lampung Barat yang mengawalinya.

BACA JUGA:6 Kota Penghasil Wanita Cantik Terbanyak di Indonesia, Jawa Barat Nomor 1

"Maka ini digunakan tahun ini icon budaya yang diangkat merupakan tradisi dan semua kabupaten menggunakan dan diawali dari kabupaten lambar dan pesisir barat diperkirakan abad ke 8 mereka gunakan. Pada Prinsipnya penggunaan konsep ini jadi cara mengusir penjajah dan sekarang digunakan sebagai atraksi budaya," tandasnya berharap kegiatan tersebut bisa sukses. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: